NASI BERKAT
"Kamu kan tau aku tidak suka dipanggil kayak gitu. Bapak aku cuma ngajar ngaji Na, bukan ustad. Bapak sendiri yang bilang gitu, biar aku gak besar kepala dan seolah lebih tau soal agama karena Bapak dipanggil ustad. Entahlah, aku belum begitu mengerti maksud ucapannya, tapi yang jelas aku risih aja kalau dipanggil anak ustad."
Hesti menjelaskan panjang lebar. Karena tak ada tanggapan dari Erna, Hesti pun menunduk lagi untuk menyelesaikan aktifitasnya yang tertunda tadi, mengikat tali sepatu.
Kedua tangan Erna menumpu tubuhnya dengan memegang pinggir bangku. Plastik kresek berisi krupuk gendar sisa jualannya ia taruh di samping kanan, sedangkan Hesti duduk di samping kirinya.
Bab Populer