Kontrak Cinta
Mahesa menarik Indira untuk duduk lebih dekat dengannya, lalu seraya memainkan jemari Indira, Mahesa berucap, “Soal alasan kencan hari ini, aku lagi cari referensi ide buat buka toko atau kafe dengan menu utama minumannya teh.”
Alis Indira bertaut bingung.
“Selama ini, perkebunan teh punya bapak hanya produksi buat kebutuhan lokal, dan beberapa tahun belakang mulai ekspor ke beberapa negara Asia Tenggara. Tapi masih belum cukup buat menutupi kerugian dan hutang kami.” Mahesa mengeluarkan lima lembar kartu nama pemilik toko teh yang tadi dia kumpulkan, kemudian memberikannya kepada Indira. “Aku mau coba ekspor ke Eropa juga. Ya, meski beberapa tahun ini ada wacana pelarangan impor oleh bebera
Hot Chapters