Terpaksa Menikah dengan Mantan Kakak Ipar
"Aku senang kalau bisa belajar, Mbak, tapi kemampuanku hanya sebatas menjahit."
Shalimah menggeleng pelan sambil tersenyum hangat. “Jangan merendah, Dis. Kamu punya bakat. Aku punya teman yang punya sekolah fashion design terbaik di sini. Aku bisa membantumu masuk ke sana. Satu tahun saja, kalau kamu tidak ingin terlalu lama. Jangan menolak, ya. Butik ini akan semakin maju jika kita punya dua desainer berbakat.”
Disti terdiam sejenak, lalu mengangguk dengan penuh rasa syukur. "Baiklah, Mbak. Terima kasih."
Hot Chapters