Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Tujuh Perkara Sang Ibu Sambung

Tujuh Perkara Sang Ibu Sambung

“Boleh aku masuk?” Jenar tidak tahu apakah dia akan melakukan kelancangan yang membuat Jasmine semakin membenci dirianya atau tidak. Dia hanya ingin datang dan berbicara. Jasmine tidak memberi jawaban. Dia meringkuk di dalam selimut tebalnya. “Aku anggap boleh,” ucapnya terdengar bimbang, meskipun begitu Jenar masih memaksakan diri untuk masuk ke dalam kamar Jasmine.
104.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 183 fois en tant que just let me in
Read
+Librairie
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Tak punya sistem pendaftaran. Tak ada kartu anggota. Tak ada pelatihan, kurikulum, apalagi testimoni. Ia hanya rumah kecil dengan daun pintu tua, lampu kuning lembut, dan satu tulisan di depan: > “Kamu boleh masuk. Kamu juga boleh tidak bicara. Kami tidak akan menanyaimu.” --- Orang-orang datang. Tidak ramai. Tidak sekaligus.
101.7K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 60 fois en tant que just let me in
Read
+Librairie
My Light

My Light

Rafan menyuruh Asya masuk, anehnya malah diam di depan gerbang. "Kenapa lagi?" Rafan langsung mendekap Asya. "Kau masuk juga," pinta Asya, semakin melesak ke dalam dekapan Rafan. Rafan mengiyakan, langsung melepas pelukannya dan masuk. Bahkan membiarkan, saat ditarik oleh Asya. "Sepi?" "Iya, ibu ikut ayah. Kalau Aksa, nggak tau ke mana." Asya mengambil pakaian ganti, dan masuk ke kamar mandi.
106.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 245 fois en tant que just let me in
Read
+Librairie
ONLY YOU

ONLY YOU

Jiasu yang tampak dingin menghalangi pintu tersebut. "Oh, barangku tertinggal didalam," ucap Xiyi gugup. "Barang apa? Kenapa bisa disini?" tanya Jiasu. Xiyi terdiam sejenak memikirkan alasan yang menurutnya tampak masuk akal. "Emm tadi saya tidak sengaja masuk, setelah mendengar suara dari dalam," jawab Xiyi dengan terbata. "Tunggu biar saya ambilkan."
92.1K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 42 fois en tant que just let me in
Read
+Librairie
Let Me Go

Let Me Go

tanyaku bingung Kei merogoh kantong celananya, mengambil kotak biru kecil yang cantik sekali. Lali Kei membukanya dan terlihat sesuatu yang berkilauan. Aku terpana saat melihat kilauan tersebut. Benar-benar indah sekali. Aku menatap mata Kei yang sudah menatapku dengan tatapan lembut. “Freya Amelia, will you marry me?”
2.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 63 fois en tant que just let me in
Read
+Librairie
It's Ok! Let's Go!

It's Ok! Let's Go!

tanya Mas Yogi yang datang dan berada di belakangku. “Ah, enggak kok, Mas!” jawabku sambil tersenyum dan masih belum menyadari kesalahanku. “Kalau begitu kenapa kamu mau membuka pintu ruanganku?” tanya dia dengan sikap dinginnya. “Loh, ini...” aku terkejut dengan pintu yang ternyata bukan pintuku. “Kurasa hanya aku yang punya nama ruangan ‘Genius Lab’ di sini” katanya sambil menunjuk nama ruangannya yang dia tempel di pintunya.
102.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 102 fois en tant que just let me in
Read
+Librairie
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Pintu besarnya setengah terbuka. Catnya mengelupas. Jendela pecah di beberapa bagian. Gelap di dalam. Tapi— aku bisa merasakan sesuatu. Lemah. Hampir hilang. Tapi ada. “…di dalam,” kataku pelan. Adrian menatap pintu itu. “Lo yakin?” Aku mengangguk. “Dia di sana.” Masuk Tanpa Jaminan Keluar Kami masuk.
10856 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 29 fois en tant que just let me in
Read
+Librairie
YOU

YOU

Don't Leave Me Alone "Kesya, kau mendengar ku? Jangan tutup matamu, pegang erat tanganku. Kau tidak boleh meninggalkan ku, sama sekali tidak boleh." Sean memberikan rentetan kalimat lirih, berusaha menjaga Kesya agar tetap sadar. Menggenggam kuat tangan pucat dan lemah Kesya, dengan berurai air mata Sean merapalkan doa penuh harap pada Sang Pemilik Hidup.
9.911.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 242 fois en tant que just let me in
Read
+Librairie
SANG PEMIMPIN DAN PEMBERI INFORMASI

SANG PEMIMPIN DAN PEMBERI INFORMASI

Tanya Amara kembali "Jika kau tak mengijinkan ku masuk, bukan kah sebaiknya kita harus pergi dari sini!" Ada gundah di hati Amara Daft, ia tak pernah mengundang orang asing untuk masuk ke rumahnya, namun ia juga tak ingin pergi. Beberapa saat setelah Amara terdiam untuk berpikir, dan setelah menarik hembusan napas dalam "Baik lah, silahkan masuk. Kita bicara di dalam." Ucap nya sedikit ragu mempersilahkan Pemberi Informasi untuk masuk bersama nya.
3.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 126 fois en tant que just let me in
Read
+Librairie
Dernier
1234568
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status