Hati Yang Terpilih
Ia melihat pada handphonenya, terlihat pemilik nama yang menelponnya sepagi ini.
“Ya … Raf,” ucap Nazwa dengan suara seraknya, menjawab panggilan.
“Pagi, Naz! Hey, ayo bangun. Kafka pagi ini sarapan di Café Seroja, di seberang hotelmu. Cepat sebelum ia menyelesaikan sarapannya,” seru Rafi memberikan semangat.
“Kamu tahu darimana?” tanya Nazwa seraya bangkit dari posisi tidurnya.