Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pemikat Hati Sang CEO

Pemikat Hati Sang CEO

Secangkir kopi yang Keysa hidangkan akan membuat kalian terbawa ke dalam jerat swarnadwipa milik Keysa. Cafe Amore, tempat di mana gadis bernama Keysa Renjana Bentala bekerja sebagai barista dan pemilik cafe. Cafe Amore peninggalan ayah Keysa, yang dulunya seorang barista ternama di ibu kota. Keysa memiki paras yang rupawan, paras ayu Keysa menjadi aset penting bagi Keysa untuk mencapai impiannya. Keysa seorang wanita yang mencintai uang dan pria. Keysa lemah akan pria tampan. Hasratnya akan bergejolak ketika dia bertemu pria yang sesuai dengan kriterianya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat dan Obsesi Tuan Kendrick

Terjerat Hasrat dan Obsesi Tuan Kendrick

Serena cukup terpukau dengan suasana cafe, nama cafe itu sangat sesuai dengan suasananya. “Garden Cafe.” Serena membaca tulisan yang ada di atas bangunan itu. Garden cafe adalah tempat yang biasa anak muda kunjungi dan Kendrick bisa menebak jika Mamanya tak mungkin ketempat itu. Kendrick menarik tangan Serena dengan lembut, mengarahkannya melalui pintu kaca cafe yang ramai. Suasana hangat menyambut mereka, berpadu dengan aroma kopi yang menggoda. Mereka berdua memilih tempat duduk di sudut yang agak tersembunyi.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
The Rich Man Passion

The Rich Man Passion

“Iya, Pa. Silakan.” “Kamu dari mana?” tanya Papa As membuat Aga bergeming. Aga hanya menatap Papa As dengan tatapan penuh belas kasihan. Seandainya saja dia pulang lebih cepat. Dia pasti bisa membantu Papa As mengelola perusahaan. “Aga dari klub milik Kama.” “Ada acara di sana?” “Tidak ada.” “Kenapa kamu pergi ke sana?” “Aga mau bersenang-senang, Pa.”
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 597 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

Mereka duduk diam lagi, nikmatin kopi dan pagi yang pelan. --- Siang – Ubud Mereka nyewa motor, Rafael yang nyetir, Mey di belakang, dan naik ke Ubud. Jalannya berkelok, pemandangan sawah terasering hijau di kiri kanan. "Gila, ini indah banget," Mey teriak pelan dari belakang. "Worth the drive kan?" "Banget." Mereka sampai di sebuah kafe kecil yang Emma rekomendasiin - tersembunyi di antara sawah, view terbuka, vibes tenang banget.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
JADI ISTRI DUDA? BOLEH JUGA

JADI ISTRI DUDA? BOLEH JUGA

Air mata akan memperburuk pemandangannya dalam berkendara. "Kafe apa, Hellen?" tanya Juwita sambil melihat sekeliling. "Masih terus aja, Kak. Nanti di perempatan depan yang menuju ke alun-alun itu, di sebelah kanannya." Hellen memberikan instruksi. "Oh, kafe itu. Apa, sih, namanya? Unik, kok." "Apaja Kafe. Punya adik Mas Brian." "Mas Brian?" tanya Juwita sambil mengingat apakah ada nama yang sama di memorinya.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Jatuh di Pelukan CEO Dingin

Jatuh di Pelukan CEO Dingin

kata Kaivan. Pekerja itu mengangguk, lalu mengajak Eve untuk berdiskusi. Kaivan terus memperhatikan Eve. Dia tidak memiliki rencana apa pun terhadap Eve, Kaivan hanya mengikuti arus agar bisa tetap dekat bersama Kai, mungkin juga Eve. Eve menjelaskan konsep kafe yang akan dibuatnya. Pekerja itu langsung mencatat dan paham, serta berkata akan segera mengerjakan sesuai arahan Eve.
1053.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Mereka punya cukup waktu untuk menikmati tempat yang lebih menyenangkan meskipun sedikit jauh. Berdua dengan orang terkasih, apalagi yang diharapkan. Mimi terus saja tersenyum. Hingga saat makan malam, Nehan membawa Mimi ke Kafe Sawah. Tempatnya bagus sekali. Alam yang indah dengan suasana sejuk dan segar, benar-benar puas. "Kamu senang?" Nehan memandang Mimi. "Sangat, Kak. Thank you buat hari ini." Mimi tersenyum.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Kenangan itu seperti embun di sawah, kelihatan lembut tapi cepet ilang.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo Senja di Sidomulyo bikin sawah kelihatan emas, cahaya matahari terbenam nyiprat di padi yang bergoyang pelan ditiup angin. Bau tanah basah dan suara katak dari parit bercampur derum traktor di kejauhan. Warung kecil di pinggir sawah penuh aroma ketan kukus dan asap jagung bakar, lampu minyaknya menyala redup. Radio tua di warung main lagu Chrisye, “Kisah Kasih di Sekolah,” bikin suasana penuh nostalgia 80-an.
786 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
ANNORA

ANNORA

ucap Devan. "Eh, bentar. Kalian ngomongin cafe apa tadi?" tanya Gema. "Garden Coffee, " jawab mereka. Gema yang tersadar sesuatu pun menatap tajam mereka semua. "Enak aja aneh. Itu cafe punya gue woi, " ucapnya tak santai. Reaksi mereka biasa - biasa saja mendengar pengakuan dari Gema. "Pantesan aja aneh. "
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Ia melihat pada handphonenya, terlihat pemilik nama yang menelponnya sepagi ini. “Ya … Raf,” ucap Nazwa dengan suara seraknya, menjawab panggilan. “Pagi, Naz! Hey, ayo bangun. Kafka pagi ini sarapan di Café Seroja, di seberang hotelmu. Cepat sebelum ia menyelesaikan sarapannya,” seru Rafi memberikan semangat. “Kamu tahu darimana?” tanya Nazwa seraya bangkit dari posisi tidurnya.
6.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status