Dimanja Tiga Majikan Cantik
Aku berjalan lurus menuju lemari kayu jati tua di sudut ruangan, lemari yang sama yang disebutkan Emak dalam pesan terakhirnya di rumah sakit.
Salah satu kaki lemari itu terlihat diganjal dengan tumpukan batu bata merah karena lantainya yang tidak rata.
"Bantuin aku geser dikit lagi, Shell, kayaknya posisinya ada di balik ganjalan batu bata itu," pintaku sambil mengambil posisi di sisi kiri lemari.
Kami mendorong lemari berat itu sekali lagi dengan sisa tenaga yang ada, menggesernya cukup lebar hingga area di bawah kaki lemari yang diganjal itu terlihat jelas.