TETANGGA TAPI PANAS
Ruby perlahan membuka matanya, merasakan berat yang nyaman di pinggangnya dengan lengan kokoh Reza yang melingkar posesif bahkan dalam tidur.
Ruby mencoba bergerak, berniat bangun untuk sekadar membasuh wajah. Namun, begitu ia mencoba menggeser kakinya, rasa nyeri yang tajam dan tumpul sekaligus menjalar dari pangkal paha hingga ke lutut. Ia meringis, menggigit bibir bawahnya. Rasanya seolah ia baru saja dipaksa lari maraton sejauh puluhan kilometer tanpa pemanasan.
"Mau ke mana, Sayang?" Suara berat dan serak khas bangun tidur terdengar tepat di tengkuknya.
Bab Populer