Cinta karena benci
kilah Ana seraya senyum terpaksa.
“Jujur, Adek kenapa? Cerita aja sama Abang,” ucap Rafan.
“Adek enggak papa, Bang, suer,” ucap Ana seraya mengangkat tangannya sehingga membentuk huruf V. “
“Kalau ada apa-apa, ngomong aja,” ucap Rafan.
“Iya, bawel,” jawab Ana
“Masih sakit enggak?” tanya Rafan seraya menatap sang Adik di sampingnya.
Capítulos Populares