Sentuhan Adik Sahabatku
Saat akhirnya melirik jam di pojok layar, angka lima sore sudah terlewat.
“Ya ampun, sudah jam lima lewat, tapi hujan belum juga reda. Gimana aku bisa pulang...” bisiknya sambil menatap jendela.
Di luar, hujan turun deras tanpa henti. Petir menyambar, diikuti dentuman keras yang membuat kaca jendela bergetar.
Helena berdiri, merapikan mejanya. “Jen, kamu nggak pulang?”