DINODAI SUAMI SENDIRI
Dia diam sejenak. Lalu kemudian menyentuh daguku lagi.
"Tapi, jika kamu merasa semua itu terdengar kasar, maka berhentilah berbicara angkuh seperti itu ya, sayang," ucapnya lirih.
Kok plin plan sih, tadi katanya suka, kok disuruh berhenti.
"Emang kenapa?"
"Karena setiap kata-kata yang kita ucapkan akan kembali pula pada diri kita sendiri. Sama halnya seperti kata kiasan tabur tuai. Kamu tahukan?" Aku mengangguk.