Mencuri Hati Tuan Hamish
“Tapi, Tuan, Anda diundang sebagai pembicara. Diminta resmi dari pihak kampus untuk mengisi kuliah umum. Reuni kali ini bertepatan dengan ulang tahun kampus. Sepertinya, mereka memang sangat mengharapkan kehadiran Tuan. Tuan sudah bisa menjadi tokoh yang merepresentasikan lulusan yang sukses. Mereka ingin Tuan memberi kuliah bagi para mahasiswa soal bisnis.”
Hamish berdecak. Malas!
“Lihat nanti saja!” ujarnya, lalu memainkan ponsel. Alisnya berkerut. Ia menerima panggilan tak terjawab dari Kalea, tetapi setelah ditelepon balik, gadis itu tak kunjung menjawab. Pesan-pesannya tak ada yang dibaca satu pun.
“Kemana dia?”