Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar
“Mbak … aku sama sekali nggak bermaksud menipu siapapun. Dari awal sudah aku bilang kan, aku sedang mencari tempat tinggal yang cocok. Rumah ini baru delapan puluh persen selesai waktu aku baru datang. Kemarin saat Mas Laskar menyuruhku pergi, aku minta pengerjaan finishing-nya dikebut biar cepat selesai. Ini baru aja beres. Kamu masih bau cat baru kan?”
Ya benar. Sejak memasuki ruangan tadi, samar-samar Kayla mencium bau cat dan perabotan baru.
Namun, bukan itu yang Kayla permasalahkan.
Maksudnya adalah ….
“Bagaimana kamu bisa memiliki rumah sebesar ini? Bukankah kamu hanya tiga tahun merantau ke Jepang, dan Ibu serta Mas Laskar selalu bilang kalau kamu gagal?”