Kesempatan Kedua
“Manis.”
....
Mereka masih menggoda Agni, hingga kedatangan Butler Karim, menghentikan candaan mereka.
“Permisi Tuan, nyonya, makanan sudah siap.”
“Baik, terima kasih ya... Ayo sayang, kita makan dulu.” Mayang kembali menuntun Agni keruang makan.
Namun, Agni masih menoleh kebelakang. Mencari keberadaan Samudera. Hingga pandangan mereka bertemu dan Agni melihat Samudera mengangguk, baru dia tenang mengikuti Mayang.