Terima Kasih Telah Merebut Suamiku
“Wallahi, kamu akan mendapatkan karma setelah ini, Mila!”
“Dalam Islam nggak kenal hukum karma, tuh. Yang ada prinsip tabur tuai. Siapa yang menabur amal, dia yang menuai pahala. Siapa yang menyemai kejahatan, dia yang panen dosa. Kalau Ummi sekeluarga yang nomor dua. Sibuk menjahatiku dan Syifa, akhirnya kena batu juga. Alhamdulillah, semoga kalian sekeluarga hancur lebur setelah ini, Mi.” Puas sekali rasanya mencaci maki Ummi. Ya Allah, terima kasih telah Kau berikan kesempatan bagiku untuk mencoreng wajah Ummi yang sudah berbuat keterlaluan.
“Ingat, Mila. Kejahatanmu pada mertua dan suami pasti akan mendapat ganjaran!” Lagi-lagi dia ceramah. Namun, salah konteks. Nggak nyambung.
Bab Populer