Kembalilah Padaku
kataku padanya, memperjelas bahwa aku sedang membicarakan tentangnya.
“Itu adalah alasan yang dibuat-buat oleh orang-orang pemalas. Bekerjalah lebih keras. Siapa tahu, mungkin suatu hari kamu akan bisa menghentikan seluruh lalu lintas supaya kamu bisa melewat juga,” jawabnya dengan angkuh. Aku menatapnya dengan jijik, berpikir bahwa karena dia menutup jalan, dia berujung membuat lebih banyak kemacetan di jalan-jalan lainnya di kota. Akan tetapi, jelas-jelas sang miliarder itu tidak peduli.
“Tidak seperti orang-orang yang terlahir dengan sendok perak, banyak dari kami yang harus bangun pagi dan bekerja keras untuk mencapai kehidupan yang bermartabat,” komentarku.
Sikat na Kabanata