KUBELI KESOMBONGAN IPARKU
Namun, kelanjutannya ternyata ada beberapa yang mengejutkan kami.
"Setelah Calista berhasil kita lenyapkan, aku minta satu lagi bantuanmu, bayarannya akan setara dengan harga rumah Nilam, kalau perlu kamu bayarin aja rumahnya Nilam biar puas." Suara itu, aku tahu suaranya Kiara. Sebab, Mbak Dila punya ciri khas cempreng kalau bicara, berbeda dengan Kiara yang serak-serak basah.
"Apa itu?" tanya Mbak Dila. Aku ikut gemetar mendengar isi rekaman yang kupegang.