Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

"Terlambat, Raden Bodoh! Jiwamu akan menjadi bahan bakar kebangkitanku!" Tepat saat Suro Joyo hanya berjarak beberapa langkah, Badas Wikatra mengarahkan permukaan cermin yang retak itu lurus ke arahnya. Cermin itu tidak lagi memantulkan bayangan, melainkan menariknya. Suro Joyo merasakan tarikan dahsyat pada inti jiwanya, seolah seluruh ilmunya, seluruh napas hidupnya, hendak direnggut paksa. Cahaya membutakan meledak dari permukaan Cermin Belangga, dan Badas Wikatra tertawa dengan suara parau penuh kemenangan!
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai komik cerminan jiwa sub indo
Baca
+Pustaka
Jiwa yang Berbeda

Jiwa yang Berbeda

bisiknya pada bayangan di cermin, mencoba menenangkan sisa-sisa jiwa yang mungkin masih bersembunyi di sudut kesadaran raga itu. Sebagai bentuk terapi, Yasmin mulai menulis catatan kecil di sebuah buku saku. Ia mencatat tanggal pertama ia terbangun, teori-teori mustahil tentang mengapa ia berada di sini, hingga curahan rindunya yang tak bertepi pada suami dan kedua anaknya. Protes-protes kecil kepada pemilik tubuh juga ia tuangkan di sana.
861 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai komik cerminan jiwa sub indo
Baca
+Pustaka
QI ABADI : Kebangkitan Wu Xuan

QI ABADI : Kebangkitan Wu Xuan

Yan Mei berbisik, “Ini… bukan sekadar cermin. Ini alat pembaca jiwa.” Wu Xuan, suara roh penuntun di dalam Wu Yao, bersuara dalam pikirannya. > “Yao, cermin itu dikenal sebagai Cermin Pantulan Kehendak. Ia tidak menampilkan wajahmu, tapi sisi terdalam dari jiwamu. Ketakutanmu. Keinginanmu. Batasmu. Dan musuh terbesar yang kau ciptakan sendiri.” Perut Wu Yao menegang.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai komik cerminan jiwa sub indo
Baca
+Pustaka
Bayangan Dibalik Cermin

Bayangan Dibalik Cermin

“Andi! Rani! Wajahku… wajahku berubah!” Andi mendekati cermin itu, memperhatikan wajahnya sendiri yang juga tampak perlahan berubah. Mata di dalam pantulan semakin besar, mulutnya terbelah dengan senyum mengerikan, seolah-olah cermin-cermin itu memiliki hidupnya sendiri. “Jangan lihat ke cermin! Itu jebakan!” seru Andi, menarik tangan Mira agar menjauh.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai komik cerminan jiwa sub indo
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Dan salah satu anak kecil bernama Sindi menggambar Raka dengan tubuh setengah iblis, sambil berkata, “Dia akan membawa teman-temannya nanti malam.” Di malam ketujuh setelah pertemuan dengan Pendeta Jatri, Raka kembali bermimpi. Kali ini, ia berada di ruang kosong penuh cermin. Tapi setiap cermin menampilkan versi dirinya yang berbeda: Satu dengan kulit terkelupas dan darah mendidih. Satu lagi bertanduk dengan tawa menggelegar. Dan satu… yang hanya berdiri diam, wajah kosong, tapi terus berkata:
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai komik cerminan jiwa sub indo
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Sang Dewa Perang

Dendam Membara Sang Dewa Perang

Lorenzo berteriak kesakitan, matanya melotot tidak percaya. "Kau pikir aku bodoh?" Evan berdiri dengan tenang. "Aku sengaja menggunakan Cermin Jiwa dalam alam pikiran untuk memantulkan kembali serangan mentalmu. Yang kau baca adalah ilusi yang kucipta, bukan pikiran asalku." Lorenzo yang tersiksa kesakitan berusaha mencabut pisau yang menancap di lengannya, tapi tubuhnya yang gemuk dan rasa sakit yang mendera membuatnya kesulitan bergerak.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai komik cerminan jiwa sub indo
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Dunia

Di Antara Dua Dunia

Ada bagian dalam dirinya yang mulai memberontak—mengingat, meronta, dan memaksanya untuk melihat sesuatu yang selama ini ia pendam jauh. Tak lama kemudian, dari balik kabut, muncul sebuah bangunan batu setengah runtuh dengan pilar-pilar melengkung dan lumut yang tumbuh tebal di dindingnya. Di tengah reruntuhan itu berdiri sebuah cermin besar setinggi dua kali tubuh manusia. Permukaannya tidak memantulkan apa pun, melainkan berkilauan seperti air yang beku. “Cermin itu hidup,” bisik Mira pelan. “Ia melihat ke dalam jiwa.”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai komik cerminan jiwa sub indo
Baca
+Pustaka
Jiwa Petarung Handal

Jiwa Petarung Handal

Namun, Jia Li terlihat sangat senang sekali dengan menampilkan senyum miring mendengar Hao Yu akan menghukum Feng Yin dan memasukkan-nya ke dalam kendi arak itu. “Masuk Kau siluman!” “Tidak Hao Yu, tolong jangan lakukan itu. Aku ingin menyelamatkan mu dari Jia Li, dia bukan siluman baik yang akan membantumu!” Namun, Hao Yu sudah terlanjur membuka kendi arak itu dan mengarahkannya pada siluet tubuh Feng Yin, Feng Yin di tarik masuk sampai Hao Yu kembali menutupnya. “Ha-ha-ha, sudah aman,” ucap Hao Yu.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai komik cerminan jiwa sub indo
Baca
+Pustaka
KEBANGKITAN PEDANG PENELAN JIWA

KEBANGKITAN PEDANG PENELAN JIWA

Di bagian akhir gulungan terdapat lambang pedang berwarna hitam keemasan yang tampak megah dan penuh tekanan. Kemudian Lucien Nightveil membuka kedua kotak kayu tersebut. Di dalam salah satunya terdapat Spirit Transformation Elixir, pil langka yang mampu membantu seorang mage di Spirit Gathering Realm menerobos menuju Spirit Transformation Realm dengan peluang keberhasilan sangat tinggi. Nilainya bahkan lebih dari sepuluh kali Spirit Cultivation Pill biasa. Kotak lainnya berisi Spirit Vein Recovery Pill, pil penyembuh khusus yang dapat memperbaiki jalur mana yang rusak.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai komik cerminan jiwa sub indo
Baca
+Pustaka
Malam di Rumah Tanpa Nama

Malam di Rumah Tanpa Nama

Ia memasukkan cermin itu ke dalam karungnya dan berjalan pulang ke gubuk kecilnya di pinggiran kota. Malam itu, Pak Joko duduk di bawah lampu redup, mengeluarkan pecahan kaca itu dan menatapnya. Matanya menyipit. Ia merasa ada sesuatu yang aneh. Pantulannya terlihat… tidak biasa. Seolah-olah bayangannya menatap balik dengan cara yang berbeda. Ia menggelengkan kepala, mengira dirinya hanya lelah. Tapi saat ia meletakkan cermin itu di meja kecil di sudut ruangan, sesuatu bergerak di dalamnya.
891 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai komik cerminan jiwa sub indo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status