Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Maklum, biasanya gadis itu kemana-mana menaiki sepeda butut yang kecepatannya sangat tak sepadan dengan laju kendaraan bermotor. "Eh, Mai! Kok gak dijawab?" "Aku takut kamu ngebut gini, Fen." "Owh?" Feni terkikik, lalu menurunkan kecepatan kuda besinya. "Alhamdulillah," ucap Maira lega sambil mengelus dada. "Jualannya gimana tadi?" "Alhamdulillah, laris." "Besok masih jualan lagi?"
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai koper keanu yang bisa jalan
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Saat mengamati rekaman itu, tanpa sengaja dia melihat Asih berjalan keluar dengan mengendap dan sebuah koper di tangan. "Asih? Ke mana dia?" Bergegas Bayu keluar kamar, berlari menuruni tangga menuju kamar Asih.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai koper keanu yang bisa jalan
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

ujarnya dengan suara bergema dari tiga arah. Karina langsung berdiri. “Menteri yang waktu itu bikin aturan tentang kopi rasa trauma, ya?” “Iya. Dan saya datang untuk memverifikasi izin operasional warung ini. Laporan terakhir menyatakan bahwa WarKoDuBa telah menghasilkan gelombang rasa yang terlalu liar dan tak terkontrol.” Toyo meneguk ludah. “Liar? Padahal aku baru bikin kopi susu semalam.”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai koper keanu yang bisa jalan
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Aku berusaha sekuat tenaga menarik koper dari genggaman Rendra. Namun, kekuatannya jauh lebih besar dariku. Bagaimanapun aku berusaha, koper itu tidak berpindah. Akhirnya aku melepaskannya begitu saja, lalu berbalik pergi. Rendra berjalan maju untuk menarik lenganku, lalu bertanya dengan tegas, "Kamu mau ke mana?"
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai koper keanu yang bisa jalan
Baca
+Pustaka
Istri Bayangan Tuan Arogan

Istri Bayangan Tuan Arogan

Saat Aidan sedang menggoda kakeknya yang terlihat kesal, sopir pribadi kakek masuk dengan membawa koper. “Tuan, ini kopernya mau disimpan dimana?” tanyanya sopan. Aidan mengernyitkan dahi, “Koper siapa, Pak?” “Koperku, aku mau tinggal di sini!” jawab Kakek Bima.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai koper keanu yang bisa jalan
Baca
+Pustaka
Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Muncul rasa was-was dalam hati Aruna tatkala melihat Brahmana yang tampak memperhatikan koper itu dalam diam. Apakah suatu kesalahan, ia meletakkan koper itu di bawah? Gegas Aruna menghampiri ke arah Brahmana dengan gugup untuk menjelaskan. “Ah!” pekik Aruna tertahan. Tanpa sadar, kakinya tersandung ujung koper. Tubuhnya tanpa ampun terhuyung ke depan. Bug! Aruna mendarat tepat di dada Brahmana dengan tangan berposisi spontan memeluk barang yang ia ambil dari laci sebelumnya, agar tak terjatuh dari tangannya.
1093.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai koper keanu yang bisa jalan
Baca
+Pustaka
SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

*** Brakk Suara koper yang dijatuhkan secara perlahan terdengar keras, koper kuning yang Pak Ridwan cari akhirnya di antarkan kerumah. Jujur, aku seperti tidak bisa mengingat bahwa koper itu ada, bahkan aku pun tidak tahu bahwa Satria membawa koper itu ke tengah hutan tanpa sepengetahuan ku. “Aku menemukan ini sesuai apa yang sudah kamu katakan Minah.”
1027.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 581 kali sebagai koper keanu yang bisa jalan
Baca
+Pustaka
SANG KAPTEN

SANG KAPTEN

Mata Axelle masoh mengerjab-ngerjab tak percaya dengan panggilan sayang itu. Fan gadis bertubuh kecil tapi padat itu seolah meledeknya dengan gaya khasnya. Dengan dengusan kekesalan Axelle terus berjalan dengan cepat tanpa ia sadari bahwa kedua kakinya benar-benar sudah normal dan kembali seperti semula. "Kap, ya Tuhan! Kakinya sudah normal kembali,"teriak Kai yang girangnya bukan main melihat kaptennya sudah kembali normal seperti semula.
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 542 kali sebagai koper keanu yang bisa jalan
Baca
+Pustaka
Obsesi Terlarang

Obsesi Terlarang

Merasa malu memiliki sahabat konyol seperti Kania ini. “Sudahlah! Berikan aku pelukan dong!” Kania segera memeluk Kejora dan Kejora ikut membalas pelukan Kania. “Di mana koper kalian? Ayo Mas bantu bawa,” sela pria yang sangat dikenal Kejora, Adam. “Mas Adam, apa kabar?” Kejora mengurai pelukannya dna tersenyum pada pria yang sudah menjadi suami dari seorang Kania itu.
1053.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai koper keanu yang bisa jalan
Baca
+Pustaka
Oh, My Lawyer

Oh, My Lawyer

Keira mengeluh melihat masih banyak bajunya yang belum bisa masuk koper. “Jangan bawa sebanyak itu Kei. Secukupnya aja.” “Ini sudah beberapa yang kupilih. Yang lainnya ga aku bawa.” “Jangan 12 koper Sayang. Cukup 6 aja yaa.” “Kalau cuman 6 koper ga cukup. Baju-baju ku yang lain gimana?” Keira menatap Dean dengan mata berkaca-kaca. Sinaran mata Keira yang berkaca-kaca membuat Dean silau. Hingga membuat Dean menjadi tidak tega sendiri.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai koper keanu yang bisa jalan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status