Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

Ayu duduk dan menunggu Dika, banyak sekali pengunjung yang datang ke cafe ini, ternyata ini cafe baru yang sedang ramai diperbincangkan banyak orang. Ayu melempar pandangannya ke arah jendela besar, disana terlihat pria yang tengah asik menyeruput secangkir kopi hitam dan manis. Pria itu menatapa Ayu terus, namun sayang saat Ayu membalas tatapannya pria itu menoleh ke tempat lain. Tidak lama kemudian Dika datang menghampirinya dan memberikannya segelas kopi yang tidak terlalu panas.
1013.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 511 Beses bilang kopi tampan
Read
+Library
Kimmy vs Hantu Tampan

Kimmy vs Hantu Tampan

Si 'Tampan' duduk di belakangku dengan tenang, sedikit membuatku penasaran apa yang sedang dia pikirkan. "Pegangan yang erat, ya! Aku suka ngebut," aku memperingatkannya sambil memastikan posisi helmku. Dia tidak segera menjawab, tapi aku bisa mendengar dia bergumam di belakang. "Kamu yakin gak buka dulu kacamata hitam kamu? Emangnya bisa lihat jalan malam-malam gini sambil bawa motor pakai kaca mata hitam?" suaranya terdengar lebih seperti sindiran dibanding kekhawatiran.
691 viewsOngoingIdinagdag sa Library 23 Beses bilang kopi tampan
Read
+Library
Jodohku Seorang Janda Kaya Raya

Jodohku Seorang Janda Kaya Raya

Lintar meletakkan secangkir kopi hitam di atas meja tepat di depan tempat duduknya pria paruh baya itu. "Kamsiah, Tampan. Ternyata kamu ini baik juga," kata Koh Iwan tersenyum lebar. "Kuenya mana, Tar?" sambungnya. "Tidak ada, lagi boke, Koh." "Dari dulu kamu selalu boke...." "Masih panas, Koh." "Tidak apa-apa, kopi ini akan terasa hangat dengan sekali tiupan," jawab Koh Iwan. "Ngomong-ngomong, kamu kok tidak ngopi?" sambungnya.
1010.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 344 Beses bilang kopi tampan
Read
+Library
Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan

Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan

tanya Palo. "Kopi yang biasa diminum Tuan deh." Gila sih sebenarnya. Kopi kesukaan Calderon adalah kopi hitam tanpa gula. Tentu rasanya pahit. Tapi Almora yang gila ini malah ingin mencobanya. "Serius?" tanya Palo tidak yakin. "Belum ada loh yang mau minum kopi itu selain Tuan." "Iya, Palo. Saya mau coba," kata Almora meyakinkan.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 38 Beses bilang kopi tampan
Read
+Library
Between Revenge and Love

Between Revenge and Love

Liam bicara sendiri. “Mereka berdua siapa?” tanya Tama tiba-tiba. Tama dan Dave datang menghampiri Liam yang terduduk sendirian di bangku taman yang terletak di seberang rumah tersebut. Kedua tangan Tama menjinjing sebuah plastik yang berisi kopi susu dan roti isi. “Kau sudah ngopi?” Tama bertanya. “Belum.” “Ini,” Tama memberikan kopi susu yang dipegangnya, “tadi kami berniat membeli dua kopi saja, kebetulan sedang ada promo. Beli 2 dapat 3. Lumayan bukan?”
106.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 146 Beses bilang kopi tampan
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Ini kopi apa?” Hairi menelan saliva lalu menjawab dengan sedikit membungkuk. “Kopi Kintamani,” “Nikmat sekali,” puji Safira yang terus menyesap kopinya lalu sesekali mengayunkan jemarinya, memainkan asap kopi yang mengepul. “Aku mengira kopi dari Brazil,” “Apa Mas Haikal mengatakan sesuatu pergi kemana?” tanya Safira menaruh cangkir kopinya lalu menghela nafas. Tatapannya kini beralih pada Hairi yang berdiri dan menundukkan kepalanya.
109.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 224 Beses bilang kopi tampan
Read
+Library
Nafsu Liar Wanita Pilihan Istriku

Nafsu Liar Wanita Pilihan Istriku

Pria tampan berkulit putih itu, fokus menatap layar laptopnya sambil jari tangannya bergerak liat di keyboard. "Maaf Tuan, saya membuatkan kopi untuk Tuan." Kayra bicara dengan nada kaku. Awalnya Bram tidak merespon sedikitpun, ia berpikir yang membuat kopi adalah Bi Mina. "Bagaimana Tuan, apa kopinya terlalu manis?" Bram yang tadinya fokus menatap layar laptop! Seketika memutar kepala.
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang kopi tampan
Read
+Library
Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi beraroma kuat yang aku sukai, asam dan pahit menyatu dalam pekatnya ampas. Kopi ini tumbuh berupa semak-semak berdaun hijau lumut yang menghasilkan biji-biji kecil berwarna hijau lalu berubah menjadi merah ketika siap untuk dipetik. Kopi khas Malayaka, ditanam oleh suku yang binasa. Aku menghela napas sejenak. Mereka benar-benar suku yang hebat. Aku sangat berterimakasih atas kopi mereka.
2.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 65 Beses bilang kopi tampan
Read
+Library
DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

Keyra. Mereka memesan kopi robusta dan camilan khas di kafe lereng merapi itu, pisang goreng dan roti bakar selai kacang. Karyawan kafe itu tampak ramah, sesekali mengajak Damar berbasa-basi ringan. “Pak Damar tumben ke sini padahal bukan awal bulan?” Karyawati cantik yang mengenakan hijab itu bertanya. Senyumnya dibuat semanis mungkin.
9.914.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 385 Beses bilang kopi tampan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status