Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

“Biarin aja, lah. Aku justru kepengin si Sam itu dikasih pelajaran.” “Pengecut,” bisik Senja. Dia kemudian mendorong Samudra hingga yang bersangkutan jatuh terduduk di aspal. Saat Samudra mendongak, berniat untuk memaki Senja, dia kembali mematung dan merasa sangat kecil di hadapan Senja yang menjulangkan tubuh tinggi atletisnya dan menunduk untuk menatapnya tajam. Tatapan intimidasi yang kuat. “Kamu punya masalah dengan saya, tapi kamu malah melampiaskannya ke orang yang salah. Dengar, bocah ingusan... berani kamu menyentuh Mentari Chrysalis sekali lagi, saya bersumpah kamu akan menyesal sudah mengenal saya dan mengajak saya untuk bermain seperti ini.”
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

dijawabnya dengan suara lirih dan tangisan yang tidak kunjung berhenti. Jevan meletakkan sumpitnya. Ia berjalan menuju kulkas, mengambil susu kotak varian coklat, meletakkannya di sebelah piring Jevan. "You can feel sad all you want. You are allowed to feel however you want to feel. It's okay to cry, gue harap apa yang lagi lo alami sekarang bisa selesai secepatnya." Jevan mengambil sumpitnya, kembali melanjutkan makannya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Guru mulai memanggil peserta no 7 untuk maju dengan percaya diri Delia membacakan bait demi bait syair yang ia buat bersama Damar berjudul senja. Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Selir Medis Penguasa Langit

Selir Medis Penguasa Langit

Pada akhirnya itu adalah Selena Rong, yang berpengetahuan luas dan pandai menjilat, tangannya yang sedikit terjulur tiba-tiba berbalik kembali, membuka mulutnya, menggigit krisan gurita dan mulai memakan, sambil makan sambil berkata, "Akhir-akhir ini aku suka marah, bunga krisan dapat digunakan sebagai obat untuk menghilangkan panas dan mengurangi api." Raja Huai menyaksikan dengan takjub saat dia mengunyah krisan gurita dengan alis berkerut, Selena Rong meregangkan lehernya menelannya secara utuh dan menunjukkan senyum malunya daripada senyum yang sopan. "Benarkah? Apakah enak?", tanya Raja Huai.
9.85.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137.2K kali sebagai krik krik senja
Tampilkan Ulasan (2060)
Baca
+Pustaka
Nitte Nitt
The best ever story.. dalam banyak2 novel yg saya baca, ini my TOP 1 novel 100...️...️...️...️...️...️. Jalan cerita sgt menarik, bijak, dan paling pentg tidak pernah bosan dan mengelirukan. Saya ingin mengenali penulis novel ini. Sentiasa memberi idea yg terbaik dlm novel. Sangat memuaskan utk d baca....️‍...️‍......
HER MAN
oooomg.... author love ... you banyak banyak......... hhhhh gue suka kalo Sera lagi marah terus tu tongkat kekaisaran dibawa2 kemana dia prgi...... gue ingat terakhir yg di pukul pake tu tongkat pangeran ke 6 atau ke 7 nya ......aaa aku lupa... kenapa raja ke 3 kayak gitu nya?... ngomong2 Sera yg asli kmn
Baca Semua Ulasan
Secangkir Cinta

Secangkir Cinta

Mereka berdua saling bertatapan. "Kamu lapar?" Tanya Irene Rey hanya bisa tersenyum malu. "Karna aku lapar juga, aku mau delivery. Gimana kalau pizza?" Cetus Irene Mata Rey membulat bahagia. Tangan Rey menarik lapisan pizza perlahan dan melahapnya. Sore menjelang malam memang enak untuk memakan junkfood. Irene juga tak kalah lahap dengan Rey. Ia menyukai sensasi keju mozarela yang elastis.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Serpihan Kenangan

Serpihan Kenangan

Tapi alih-alih mengukir seringai, bibir tipis Bryan malah mematrikan senyum hangat di sana sebelum menghampiri telingaku untuk balas berbisik. "Jangan sekarang. Aku ingin menikmati masakan kamu dulu." bisik Bryan lembut. Bisikan Bryan itu dalam sekejap membuat bunga-bunga bermekaran sebagai fatamorgana di dalam dadaku. Secara naluriah aku memberi rahang tegas milik Bryan itu sebuah kecupan singkat sebelum menuangkan anggur merah ke dalam gelas milik Bryan. "Terimakasih, Sayang."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Dilema

Dilema

Dicky~ ***
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Anak Jenderal & Ajudan

Anak Jenderal & Ajudan

Senja sedang memberi makan kucing dan anjing liar, yang biasa berkeliaran di sekitaran rumah. "Cini ... Cini ... Thayank ... Thayank ... Mamam cini," panggilnya dengan suara manja, ke beberapa ekor kucing dan anjing liar yang menatapnya waspada. Dan senyumku terbit, kala seekor anjing berwarna coklat yang terlihat kelaparan mulai mendekati Senja. Gadis itu sedang memegang sebuah mangkuk plastik ukuran sedang, berisi nasi dengan kuah gulai dan sepotong paha ayam.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Kilauan Senja

Cinta Dalam Kilauan Senja

lagi-lagi Arif menimpalnya "biasa aja kali, lagian sepengalaman saya mendaki gunung itu, timnya tidak boleh hanya berdua" jawab Dika agar mereka berpikir lebih dan mengajaknya. "Sok tau Luh kayak Dukun" kata Arif yang mukanya suda kesal. "emang iya kan, coba aja kesanah" jawab Dika dengan senyum tipis kepada Maya. Maya berpikir sejenak. Maya lalu memberanikan diri untuk menjelaskan. "emang benar yang kamu katakan Dika, Sebenarnya, kami mau mendaki Gunung Senja untuk mencari harta karun."
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status