Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Kakinya bahkan sudah melemas seperti jelly saat ini. "Bu Senja kenapa? Mana yang sakit Bu?" Sabda yang sejak saat pertama melihat Senja berdebat dengan Tari, sudah menyadari kalau Senja terlihat tidak begitu sehat. Ia kini meraih kedua belah bahu Senja yang terlihat lemas. Senja yang sedang merasa kesakitan hanya diam saja seraya menggigit bibirnya menahan nyeri di perutnya. Perlahan dia mulai mengatur nafasnya menjadi pendek-pendek dan mengelus-elus lembut perutnya. Mencoba mengusir rasa kram dan nyeri yang menyerang dengan cara mengusap-usap perutnya perlahan.
1056.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

Tak banyak mengobrol, selanjutnya kedua perempuan tersebut lekas melaksanakan tugas mereka membungkus tespack milik Diandra. Tak saling diam, keduanya cukup fokus hingga setelah tugas selesai, sebuah bunyi terdengar. Bukan bunyi asing, yang didengar Kirania adalah bunyi perut Senja sehingga dengan segera gadis itu pun bertanya, "Mama lapar?" "Dikit," kata Senja. "Belakangan ini enggak tahu kenapa mama gampang lapar. Padahal, kan baru sejam lebih juga sarapan."
1032.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Rahasia Senja

Rahasia Senja

Laki-laki bermata almond itu tidak lepas memandang Senja yang terlihat tidak baik-baik saja. "Bau banget badan lu, Nja. Bikin kelas bau busuk! Bersihin dulu kali, baru masuk kelas!" Sindir perempuan berambut coklat ikal itu. "Tau nih, Senja! Gua lagi makan jadi nggak napsu, ngeselin banget sih!" Saut perempuan berbibir tebal—si sekertaris kelas. "Udah elah! Lu semua kaga liat hah?! Senja lagi ngambil kunci loker, dia juga bakal ngebersihin tuh telor yang ada di badannya. Banyak bacot lu pada!" Kesal Galuh.
9.97.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Senja Pertama

Senja Pertama

Sendanu berputar ke kemudi saat Nana malah melanjutkan kalimat itu menjadi sebuah nyanyian. “Yang tak sempurna dan kadang salah. Namun dihatimu hanya satu, cinta untukku luar biasa.” Sendanu memutar bola matanya karena kesal. Lirik yang benar bukan seperti itu. Nana mengubahnya menjadi buruk menurut Sendanu. “Kalau nggak bisa nyanyi mending diem aja.” “Give me your happy, give me your sad, I maybe staying, I maybe going.”
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Sekarang aku sudah tidak bisa lagi bicara atau sms Adit dengan kata-kata kasar, justru itu tidak membuat dia berubah, malah semakin menjadi, aku berpikirr, kemudian lagu I’ll be waiting for you milik Seo Hyun SNSD terdengar dari hpku, ada sms, dari teman SMPku: Jika aku terjatuh, bangunkanlah aku, obati lukaku Jika aku lemah, kuatkanlah aku Jika aku bersedih, tersenyumlah untukku Jika aku buta, tuntunlah dan terangilah jalanku Tapi Jika aku mati, janganlah menangis, bersedih ataupun kecewa karena aku tak akan mampu bangun untuk hapus air matamu Aku sejenak diam, lalu mendapat ide, ku kirimkan kata-kata itu ke beberapa teman termasuk Adit (Adit pengecualian, meskipun dia bukan teman)
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Leon kembali mengejek Aretha sambil tertawa. "Leon!" Aretha tersipu malu, wajahnya mulai memerah. "ya sudah, kita pergi dulu ar, sampai jumpa besok," kata Kenzo sambil tersenyum. "sampai jumpa." jantung Aretha berdegup sangat kecang saat mwlihat senyuman Kenzo padanya.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

Ada senyum tersungging di bibir Varo mendengar ucapan Meera. “Ga usah takut sama aku, Ra. Aku udah jinak,” ucap Varo sambil melihat Meera di pantulan pintu lift. “Iya, aku tahu, kok,” ucap Meera lagi. Ia sedikit mencengkeram tas sandang yang dipegangnya, rasanya sangat canggung di dalam satu lift dengan Varo. “Memang ada acara apa sampai harus pulang cepat, Ra?” tanya Varo penuh selidik, matanya pun ia picingkan demi melihat gerak gerik Meera dari pantulan pintu lift.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Janda Kembang Milik Polisi Perjaka

Janda Kembang Milik Polisi Perjaka

"Gak tau juga, Mpok, kira-kira itu suara apa ya ...? Kayak bunyi benda yang jatuh atau apa ya ...?" Ucap Senja malah balik bertanya, sembari buru-buru menaruh beberapa buah kresek besar berwarna hitam yang sedari tadi ada ditangannya ke lantai, dan beberapa lainnya keatas tumpukan karung beras yang berjejer. "Kamu gimana sih, Nja? Kan Mpok yang nanya duluan, egh, kamu malah balik nanya ..."
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
I am The Real King

I am The Real King

Krak Krak Krak Panorama alam yang indah. Langit biru yang berpadu dengan lembayung senja beralaskan awan comulunimbus yang putih bersih. Burung-burung beterbangan hendak kembali ke peraduannya. Senja yang indah bukan?
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Kyraka

Kyraka

"Raka. Raka Akmana." "Eh?"
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai krik krik senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status