Rumah Ramaria
Aku tidak memperhatikan sekelilingku sampai Ibu kos yang katanya telah menyapaku, menyentil telinga kananku dan berkata, “Mas Rama habis darimana? Kok lesu banget?”
Kesadaranku kembali lagi dan aku meminta maaf pada Ibu kos. Kukatakan hal seadanya sambil kuberikan senyum tipis sebelum aku masuk ke dalam kamar. Pikiranku sedang dipenuhi Maria dan kejadian yang baru saja menimpanya. Aku sungguh sedih, marah, dan tambah ingin menjaganya. Usahaku menghilangkan Gilang dari pikiran tidak begitu ada hasilnya, karena setiap kali aku mengingat kejadian tadi, satu objek yang tidak akan pernah lepas adalah Gilang sedang berusaha memperkosa wanitaku.
Hot Chapters