Cinta Antara Dua Dunia
Ayah Amara memandang putrinya penuh haru.
“Ternyata benar… cinta sejati tidak mengenal bentuk, asal, atau dunia. Ia hanya tahu satu hal pulang pada yang ditakdirkan.”
Ibu Amara menangis lembut, membisik pada Amara,
“Kau bukan hanya pengantin, Nak… tapi jembatan antara dua semesta.”
Dan malam itu, di bawah sinar bulan perak, dua dunia bersatu dalam pernikahan abadi suci, megah, dan melampaui batas logika manusia.
Bab Populer