KUKU BU SAPTO
"Bener, Mbak, Mas. Tetangga yang rumahnya dekat sama rumah Bu Naning. Pernah melihat sampai beberapa kali. Dia berdiri di depan jendela. Enggak ngapa-ngapain. Cuman berdiri saja."
Kali ini, Raisa semakin merasa jantung yang terus berdetak kencang. Dalam pikirannya semua masih tampak rumit dan samar. Dia hanya menoleh pada Delon dan Hamaz. Seolah ingin mengatakan sesuatu. Namun dia tahan.
"Apa kalau malam rumah itu, enggak ada lampunya?"
"Ada, Mas. Orang di sekitar rumah itu memberikan penerangan pada bagian depan, belakang, sama dalam rumah. Cuman watt kecil, yang luar. Lima watt kalau yang dalam 10 watt."
Hot Chapters