Lembah Awan Berkabut
Tidak ada upacara perpisahan yang megah, hanya pertukaran tatapan yang khidmat, menggarisbawahi beratnya misi ini.
Xiao Li, yang mengenakan jubah sederhana berwarna hijau muda yang diambilnya dari peninggalan A-Chen, melangkah maju. Ia berbalik, menatap mereka satu per satu.
“Lembah ini ada di tanganmu sekarang, Ming Hua,” kata Xiao Li, suaranya tenang, tetapi dipenuhi dengan beban tanggung jawab. “Percayalah pada ajaran kita. Jadilah gunung yang kokoh, bukan batu yang mudah digulingkan. Jangan pernah menyerah pada godaan untuk melawan kebencian dengan kebencian.”
Hot Chapters