Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gairah sang Gadis

Gairah sang Gadis

“Sayangku, tadinya aku memang ingin balas dendam sama kamu, tapi perlahan-lahan aku mulai mencintaimu. Aku suka wajahmu dan terpana dengan tubuhmu. Meski aku ingin membuatmu merasa tersiksa, apa kamu tahu sebenarnya aku juga merasa sangat tersiksa.” “Aku kira kamu adalah adik tiri kami. Jadi, aku terus menyembunyikan perasaanku. Apa kamu tahu betapa gembiranya aku ketika tahu golongan darahmu Rhesus negatif?” “Sayangku, sekarang aku sudah melepaskan rasa benci dan dendam. Aku jatuh cinta sama kamu.”
7.0K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as lirik ghar more pardesiya
Read
+Library
GAIRAH SANG ARJUNA

GAIRAH SANG ARJUNA

“Mereka enggak punya pilihan nona, para perempuan yang di tempatkan di paviliun kanan lebih suka menjadi piala bergilir di bandingkan harus menjadi gelandangan di jalan.” Alisha menganggukan kepala, ia mengerti apa maksud dari pelayan perempuan itu. “Saya akan bertahan selama mungkin di mansion ini, kamu enggak usah khawatir.” Tekad Alisha, “Saya enggak akan pergi dari mansion ini sampai keluarga Erlang hancur berkeping-keping.” Desis Alisha dengan suara lirih. ‘tok..tok..tok..’
1021.5K viewsCompletedAdded to Library 600 Times as lirik ghar more pardesiya
Read
+Library
Kau Lah Takdir Ku

Kau Lah Takdir Ku

antra kita berdua " pinta Edel dengan nada suara yang lembut tapi penuh penegasan sambil mencobat menatap pria itu. Kedua mata indah milik Adel membola sempurna melihat pria di depannya itu. Pria yang tinggal tepat di depan rumahnya. Pria yang sering membuat konten tentang kehidupannya di negara ini, bersama dengan kekasihnya itu. Edel langsung membuang muka begitu saja ke arah tembok yang ada lukisnya. Sekuat tenaga Edel menahan air matanya yang ingin jatuh dari pelupuk matanya. ' Kenapa harus pria seperti itu, ya allah ? ' gumam Edel dari dalam hati. Hancur sudah harga diri dan perasaannya saat ini. Banyak jutan laki - laki di dunia ini kenapa harus pria yang seperti itu yang merebut
101.3K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as lirik ghar more pardesiya
Read
+Library
Gairah Khodam Leluhur

Gairah Khodam Leluhur

Menikmati iringan syair Jawa dan musik piano yang entah siapa yang melantunkan dan memainkannya dengan tiba-tiba. *** "Kasih ...." Firyan mengedarkan matanya yang sayu, mencari keberadaan Kasih. Sinar mentari yang masuk ke celah jendela menusuk penglihatan Firyan. Memakasanya untuk bangkit sesegera mungkin. Luka-lukanya terlihat membaik. Dengan penampilan yang sama, dia mengangkat kaki setelah tidak menemukan Kasih di mana pun. Sebelum benar-benar meninggalkan hunian yang seram itu, Firyan melumuri tubuh dan wajahnya dengan debu. Dengan gerakan yang cepat, dia membabat rambutnya asal-asalan, kemudian memakai kaos oblong, hoodie, dan jeans sobek yang ditinggalkan oleh pemilik rumah. Jelas, se
1.4K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as lirik ghar more pardesiya
Read
+Library
Naluri Sang Pendosa

Naluri Sang Pendosa

Naluri 1 "Dasar wanita penggoda! Enyah kau dari muka bumi ini!" Kedua tangan mencengkeram rambut panjang Lela. Suara hati bercampur dengan amarah yang membumbung dada, membuat Novi ingin mengakhiri nyawa wanita yang kini ada di hadapannya. Suasana depan kontrakan mulai gaduh dengan kebisingan mereka berdua. Saling adu mulut dan serangan penuh kebencian.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 116 Times as lirik ghar more pardesiya
Read
+Library
Maafkan Aku yang Telah Jatuh Cinta

Maafkan Aku yang Telah Jatuh Cinta

Linda yang ada di sampingnya mulai menyadari perubahan sikap Bilal, yang sedari tadi hanya diam menunduk. Akhirnya Lia menyerah, dia mulai memosisikan gitar sesuai kenyamanannya. Dia mulai memetik perlahan senar, dan mencari kunci terbaik yang ingin dimainkannya. Lagu Rindu dari Kerispatih. Bintang malam, katakan padanya Aku ingin, melukis sinarmu di hatinya Embun pagi, katakan padanya Biar kudekap erat waktu dingin, membelenggunya
4.4K viewsOngoingAdded to Library 168 Times as lirik ghar more pardesiya
Read
+Library
Godaan Memikat Abang Ipar

Godaan Memikat Abang Ipar

Duh, Manisnya. Jemari lentik yang kini dihiasi kutex warna Lilac yang kekinian itu ingin mengetik pesan balasan, ’thanks, Ga. Sampai ketemu besok. Mimpi indah juga,’ ketika ponselnya berdenting sekali lagi. Kalau masih dari Rega, seharusnya tidak sampai berdenting, kan? Ternyata dari nomor baru yang tak dikenal. Alis tipisnya berkerut-kerut.
108.3K viewsOngoingAdded to Library 332 Times as lirik ghar more pardesiya
Read
+Library
MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!

MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!

Sawah, hujan, perpaduan yang pas untuk nostalgia. Jadi pengen nyanyiin lagu India. Yaudah aku nyanyi aja deh, kapan lagi romantisan di tengah sawah hujan-hujanan gini. Yeh mausam ki baarish Yeh baarish ka paani Yeh paani Ki bondein Tujhe hi toh dhoondhe …
1.8K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as lirik ghar more pardesiya
Read
+Library
Gara-Gara Mengumrohkan Ibu

Gara-Gara Mengumrohkan Ibu

#25 Tok, tok! "Assalamualaikum!" Alma mengetuk pintu perlahan, kemudian masuk ke dalam rumah. Suasana rumah itu cukup gelap dan sepi. Hanya ada beberapa lampu yang menyala dan Alma belum melihat batang hidung putri kecilnya. "Lily, Mama udah pulang. Kamu di mana, Nak?" Alma menyusuri beberapa ruangan untuk mencari keberadaan putrinya.
1023.6K viewsCompletedAdded to Library 518 Times as lirik ghar more pardesiya
Read
+Library
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

Paling tidak, dia tidak perlu pusing memikirkan hutang listrik bulan ini. Samar-samar dia mendengar Mbak Wati sedang menyenandungkan sebuah lagu lawas. 🎶Malam Minggu malam yang panjang 🎶Malam yang asyik buat pacaran 🎶Pacar baru, baru kenalan 🎶Kenal di jalan Jendral Soedirman ('Sedap Betul', by Jamal Mirdad) "Mbak Wati, ni aku bayar iuran listriknya."
105.1K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as lirik ghar more pardesiya
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status