Dokter Sakti Penguasa Dunia
Nazar tertawa dan berkata, "Aku tiba-tiba mendapat ilham, jadi membuat sebuah puisi. Silakan kalian menilai."
"Langit membentang, padang meluas, Dika dari Keluarga Aditya sungguh buas. Daya tempur luar biasa lama, dari dini hari hingga gulita menjelma. Di kamar tersembunyi dara jelita, kini melangkah pun harus bersandar pada tembok ...."
"Diam kamu!" Dika tidak menunggu Nazar menyelesaikan puisinya dan langsung memaki, "Dasar tua bangka! Berani-beraninya bicara omong kosong lagi! Hati-hati aku bunuh kamu!"