Selir Yang Terlupakan
"Hamba takkan pernah mencintai Anda jika Anda tidak layak mendapatkannya."
Nafas Kaisar tersentak tajam. Seorang pria yang pernah berdiri tegak di depan ribuan pasukan musuh tanpa sedikit pun gemetar, kini tampak seolah kata-kata sederhana itu menghantamnya lebih keras daripada serangan pedang yang paling tajam sekalipun. Bahunya bergetar halus, dan cengkeramannya di tanganku kembali menguat—bukan dengan kekuasaan yang menindas, melainkan dengan rasa takut kehilangan yang putus asa. Beliau menatapku, wajahnya hanya beberapa inci dariku, dan di bawah cahaya lampu minyak yang redup, aku bisa melihat kilatan lembap di sudut matanya yang segera beliau coba sembunyikan.