Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana 'Endless Love' bisa membuat siapa pun merasakan getaran cinta abadi, bahkan setelah puluhan tahun sejak lagu ini pertama kali dirilis. Lionel Richie dan Diana Ross memang menciptakan mahakarya yang terasa sangat personal, tapi sebenarnya lagu ini bukan berdasarkan kisah nyata mereka. Richie menulisnya untuk soundtrack film dengan judul yang sama pada 1981, yang bercerita tentang dua remaja yang jatuh cinta. Uniknya, meski bukan pengalaman pribadi, liriknya begitu universal sehingga seolah menggambarkan kisah semua orang. Aku sendiri sering mendengarnya sambil membayangkan cerita cinta klasik seperti 'Romeo and Juliet'—tragis tapi abadi.
Yang menarik, Richie pernah bercerita bahwa proses penulisan lagu ini justru sangat cepat, seolah ide itu mengalir begitu saja. Bagiku, itu membuktikan bahwa kadang karya terbaik lahir dari imajinasi murni, bukan hanya pengalaman nyata. Tapi justru karena imajinasinya begitu kuat, banyak yang mengira ini kisah pribadi. Kalau dipikir-pikir, bukankah itu tanda lagu yang sukses? Ketika fiksi bisa terasa lebih nyata daripada kenyataan.