Kukembalikan Kesengsaraanku Pada Maduku
Rosa memejamkan mata sejenak, setelah membuka matanya kembali, dia tetap melihat pohon-pohon tersebut mengitarinya, hingga nafasnya memburu dan lagi-lagi keluar keringat dingin di sekujur tubuh.
BRUUK.
Akhirnya, Rosa pun merasa sangat pusing dan ambruk ke tanah, lambat laun pandangannya semakin kabur, kabur, kabur, dan ... Rosa pun memejamkan mata. Dia pingsan di tengah hutan belantara.
Hanya ada suara jangkrik dan gemuruh angin yang semilir, juga ada beberapa suara daun yang tengah berjatuhan ke tanah, seakan menjadi selimut bagi Rosa.