Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

Buru-buru Ele menyambar mic yang sudah disodorkan Yuna sedari tadi dan mulai mengeluarkan alunan merdunya. “Please don’t see just a boy caught up in dreams and fantasies… Please see me reaching out for someone I can’t see… Take my hand let’s see where we wake up tomorrow… Best laid plains sometimes are just a one night stand… I’d be damned cupid’s demanding back his arrow… So let’s get drunk on our tears and…”
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai lirik snap shoot seventeen
Baca
+Pustaka
Mengharap Cinta Sepupuku

Mengharap Cinta Sepupuku

Deg Deg Deg Jantung Nathan ia berdetak tak karuan mana kala bertemu kembali dengan pria yang menjadi cinta pertanya itu, pria yang sudah memporak-porandakan hatinya. "Apa maumu?" Mendapatkan pertanyaan seperti itu, sontak membuat Nathania langsung tersadar dengan perbuatannya, hingga langsung terburu-buru menarik tangannya yang sudah lancang menyentuh wajah pria itu tanpa ijin. "Maaf." Ucap Wanita itu dengan salah tingkah. Ia meruntuki kebodohannya sendiri karena tak bisa menahan perasaannya sendiri. TING Akhirnya pintu lift terbuka, Lalu tanpa menunggu lama, Nathan ia langsung berjalan keluar lebih dulu melewati orang-orang yang juga ingin bergantian masuk ke dalam Lift.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai lirik snap shoot seventeen
Baca
+Pustaka
To The Moon and Back, Only for You

To The Moon and Back, Only for You

Keep my dreams in a papercup, hold on to my faith Why did they pretend not to see Will the broken hearted ones somehow find their way? I can't tell you what they did to me My heart is burning My heart is burning day and night My heart is still burning through all these years Through all these tears -Apollyon- (Gregorian - My Heart is Burning) *** = Kejadian beberapa ribu tahun yang lalu =
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai lirik snap shoot seventeen
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta Sang Idola

Jebakan Cinta Sang Idola

“Coba ini. Aku tambahkan potongan stroberi spesial.” Hazel mengunyah dengan senyum di wajahnya. “Hm, lumayan.” “Lumayan?” Nick mengangkat alis. “Skor berapa?” “Enam setengah dari sepuluh,” jawab Hazel polos. Nick pura-pura memasang wajah kecewa. “Astaga. Kupikir paling tidak delapan!” “Kalau kamu nyuci piring nanti, bisa naik jadi tujuh.”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai lirik snap shoot seventeen
Baca
+Pustaka
Sahabat, Tapi Jatuh Cinta

Sahabat, Tapi Jatuh Cinta

Setelah ini, dia mungkin lebih memilih pulang dan meratapi nasib cinta bertepuk sebelah tangannya di kamar sambil ditemani lagu Treat You Better milik Shawn Mendes. Tante Anya melihat wajah Edwin yang tampak menyedihkan di matanya pun seketika memukul lengan Fibi, cukup keras sampai membuat Fibi mengaduh kesakitan. “Kenapa sih, Tante?” ucap Fibi. Namun, Tante Anya justru menjitak kepala Fibi. Hingga gadis itu kembali mengaduh dan mengusap kepalanya. “Apa sih? Aku salah apa?”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai lirik snap shoot seventeen
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyerah

Saat Cinta Menyerah

Sambil menunggu pesanan datang, aku tanpa sengaja melihat unggahan terbaru Selena di media sosial. Sebuah video di mana hanya terlihat rahang tajam Zayn yang tampan tengah menggendong seorang wanita dalam pelukannya, berlari menyusuri lorong rumah sakit. Meski wajah wanita itu tak terlihat, aku tahu… wanita itu pasti Selena. Teks singkat dalam video tertulis: [Saat melihatmu, hatiku langsung bergejolak] Aku tidak terkejut.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai lirik snap shoot seventeen
Baca
+Pustaka
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

“Kamu ini maunya apa sih?! Sudah kubilang, aku nggak ada hubungan apa-apa dengan Tira, kok kamu malah diam-diam mengintip ponselku pas aku nggak ada. Bisa nggak sih kamu jangan begitu sensitif?!” Aku menatap sorot mata paniknya, lalu menjawab datar, “Aku hanya mau minum air.” Sikapku membuat Richard sedikit tercengang, sepertinya dia sadar kalau reaksinya tadi terlalu berlebihan. Dia pun berkata, “Masih nggak mengaku. Tanganmu kena air panas, ‘kan? Sini, biar kulihat.” Dia menarik tanganku dan meniupnya pelan-pelan
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai lirik snap shoot seventeen
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Tanpa basa-basi, dia melayangkan tinjunya tepat ke wajah pria itu! Dalam sekejap, keduanya sudah terlibat baku hantam yang hebat. "Jangan berkelahi! Berhenti!" teriakku panik. Begitu aku bisa melihat dengan jelas wajah pria itu, Rian sudah tersungkur di tanah dengan wajah lebam membiru karena ditekan olehnya.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai lirik snap shoot seventeen
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Tak ada sedikitpun kata-kata yang dilontarkan Laila pada mereka, karena sudah terlanjur sakit hati. "Bu, ibu!" teriak Dito tanpa memperdulikan perasaan Laila. Dia berteriak seolah tak menganggapnya ada. Sakit rasanya sampai-sampai air mata Laila mengalir begitu saja.
579 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai lirik snap shoot seventeen
Baca
+Pustaka
Jebakan Manis

Jebakan Manis

"Haha, mungkin label 'pereda mabuk' itu cuma taktik dagang saja. Nggak apa-apa, sebentar lagi sampai rumah, tahan sedikit ya." Dalam ingatanku, itulah kalimat terakhir yang kudengar darinya. Setelah itu, aku benar-benar kehilangan kesadaran. Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku sampai di rumah, naik ke lantai atas, hingga membuka pintu. Tengah malam, aku bermimpi. Aku kembali ke kereta bawah tanah itu. Liam mengimpitku, dengan liar mempermainkan area sensitifku dan meremas dadaku.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai lirik snap shoot seventeen
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Menggali informasi tentang penulis lirik 'Snap Shoot' dari SEVENTEEN bikin aku excited karena lagu ini punya energi yang begitu ceria. Setelah ngecek beberapa sumber, ternyata liriknya ditulis oleh Woozi bersama Bumzu dan S.Coups. Woozi emang dikenal sebagai 'mesin hit' di SEVENTEEN karena kontribusinya dalam produksi musik mereka. Yang keren, lagu ini juga mencerminkan chemistry anggota lewat lirik sederhana tapi relatable, kayak potret momen casual mereka di belakang panggung.

Aku suka bagaimana lirik 'Snap Shoot' nangkep vibe playful SEVENTEEN tanpa perlu terlalu poetic. Ini beda banget sama track ballad Woozi kayak 'Don't Wanna Cry'. Justru kesederhanaannya bikin lagu ini mudah nyangkut di kepala. Buat yang penasaran proses kreatifnya, beberapa behind-the-scenes tunjukkan bagaimana mereka brainstorming ide lirik sambil ngobrol santai.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status