AKU HANYALAH SELIR
Kali ini, Mbak Wanti setengah berteriak.
Semuanya terdiam. Tidak ada yang berani membantah Mbak Wanti. Dia berasal dari keluarga yang kaya. Sehingga semuanya segan.
"Hanum, kamu mau kemana? Pulang? Kami antar ya? Pulanglah! Tenangkan diri kamu. Suatu ketika nanti, apapun itu, kamu pasti akan menemukan jawaban atas hal yang kamu risaukan saat ini. Jadi, jangan terlalu banyak berpikir ya, Sayang? Jika kamu memang tidak menemukan jawaban atas pertanyaanmu saat ini, maka itu artinya, Tuhan sedang memintamu untuk bersabar dan fokus pada kelahiran anakmu. Jangan terlalu memaksakan diri ya? Kamu yang akan rugi." Mbak Wanti berkata demikian sambil membenahi anak rambutku yang berantakan.
Hot Chapters