Gadis Tanpa Mata Batin
“Serius, Mbak? Akhirnya! Tapi, di mana kantornya?”
“Di Kota Bandung.” Suara Mina terdengar pelan saat ia melanjutkan. “Jadi, aku harus ngekos, soalnya ini lumayan jauh juga mana aku gak punya motor lagi”
Wajah Miranti mendadak berubah, begitu juga suasana di ruang tamu. Dari dapur, ibunya muncul sambil membawa sepiring tempe goreng. “Mina? Kamu di terima kerja Nak?” tanyanya dengan raut bangga bercampur cemas.
الفصول الرائجة