Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Malam ini Sumi merasa ada yang sedang menggenggam tangannya. Rasanya dingin, basah, lebih seperti tangan orang yang baru saja keluar dari sumur. Jari-jemarinya panjang dan terasa kukunya patah-patah. Sumi tidak menarik tanganya, ia bahkan membiarkannya. Tiba-tiba saja Sumi melihat ada sekelebat bayangan yang muncul di depan matanya, seorang perempuan tua, wajahnya setengah hancur, tapi sorot matanya tajam.
10615 viewsCompletedAdded to Library 20 Times as main bayangan tangan
Read
+Library
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

Yang mungkin mampu membawa damai di hati. Di depan, tepat di samping kanan tempat tidurnya tergantung potret tak bernyawa dari sosok tangguh yang duduk sama rendah menemani ibunya dalam balutan kaca menatap Deviana dengan senyuman penuh makna.
611 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as main bayangan tangan
Read
+Library
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Suara Cal terdengar ringan—dan kini pun dengan mudah menarik sarung tangan itu sampai terlepas. Tapi apa yang dilihat Tili sangat tidak mudah dicerna. Tili terkesiap, sampai berdiri dan mundur. Ia nyaris tidak bisa menerjemahkan apa yang dilihatnya sebagai tangan. Masih memiliki lima jari, tapi ada beberapa yang agak bengkok. Tidak sampai menekuk karena jari Cal masih terlihat normal di dalam sarung tangan.
1020.6K viewsCompletedAdded to Library 618 Times as main bayangan tangan
Read
+Library
Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Dua pelayan dengan hati-hati mengeluarkan lukisan minyak besar, ditutupi kain beludru merah. Ketika kain itu ditarik, seruan kagum serentak terdengar di ruangan itu. Gadis dalam lukisan itu berdiri tanpa alas kaki di tepi laut, menghadap matahari terbit. Lukisan itu penuh dengan kehidupan dan harapan. "Cara melukis pencahayaan dan bayangannya sangat luar biasa!" "Sangat indah! Tuan Muda Devan sangat perhatian!"
5.0K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as main bayangan tangan
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

Bayangan itu tidak sepenuhnya sama: mata bayangan tampak lebih gelap, dan di sudut bibirnya terselip senyum yang tidak ia buat. Ayu menahan napas. “Bayangan kita… berbeda.” Tirta melangkah mendekat ke sisi dinding, menyentuh permukaan kaca yang dingin. Begitu jarinya menyentuh, muncul riak-riak cahaya di sekitar bayangan dirinya. Bayangan itu memiringkan kepala, seperti meniru, namun lebih cepat setengah detik daripada gerak aslinya. “Ini bukan sekadar pantulan.”
1.9K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as main bayangan tangan
Read
+Library
Istri Bayangan Tuan Arogan

Istri Bayangan Tuan Arogan

“Enggak-enggak kamu saya suapi. Enggak boleh makan pakai tangan kiri.” “Tapi, Pak, tangan saya kan cedera dan diperbolehkan pakai tangan kiri.” Rania membela diri. “Tidak oleh saya!” Reza menjawab tanpa menatap Rania. Ia terus menyuapi Rania buah. Mau tidak mau akhirnya Rania menerima bantuan Reza meski ia bisa sendiri.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as main bayangan tangan
Read
+Library
Kenyataan Tak Seindah Bayangan

Kenyataan Tak Seindah Bayangan

Kuku-kukunya menancap dalam ke telapak tangan, hingga meneteskan darah. Namun, dia seakan-akan tidak merasakan sakitnya sama sekali. Dia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan. Layar ponselnya yang belum mati masih menyala, memperlihatkan sebuah pesan yang sudah terbaca. [ Basemen parkir bawah tanah. ] Mungkin karena semua tamu sudah pergi, tempat parkir itu tampak kosong dan hanya ada satu mobil Maybach yang terparkir.
6.6K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as main bayangan tangan
Read
+Library
Bayang-Bayang Shunmak

Bayang-Bayang Shunmak

Kamu punya MISI yang harusnya kamu tuntasin! Meski pikirannya sibuk, tangan dan kepala Farid terus bergerak. Matanya memantau pola-pola termografis dari musuh-musuh untuk memastikan posisi mereka. Tangan kirinya sibuk mengisi daya pada pompa elektromagnetik yang terpasang pada lengan tangan satunya. “Goblok! Gue tau posisi elu! Elu bakal mati! Elu tau gue makin deket kan?!”
1.7K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as main bayangan tangan
Read
+Library
Bayangan di Balik Cermin

Bayangan di Balik Cermin

tanya Alex kepada teknisi forensik yang sedang bekerja. Teknisi itu, seorang wanita muda bernama Karen, menjawab dengan hati-hati. “Cermin ini tampaknya berasal dari kamar mandi di lantai atas. Kami menemukan bingkai yang sesuai di sana. Namun, kami belum menemukan sidik jari atau bukti lain yang signifikan di cermin ini.”
1.0K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as main bayangan tangan
Read
+Library
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Namun, sebelum dia membuka pintu ruangan itu, pak Kastan secara tiba-tiba datang dari belakang dan mengagetkannya. Pak Kastan bertanya sambil berbisik "Apakah Mas Andi juga melihat bayangan hitam itu?" "Iya! Bapak tahu dari mana?" jawab Andi curiga. Pak Kastan menjawab dengan cepat, "Saya juga melihatnya, waktu saya sedang membersihkan toilet tadi!". Sambil melirik ke arah pak Kastan, Andi berbisik "Sosok itu mengarah ke sini, pasti ada sesuatu didalam?".
9.93.2K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as main bayangan tangan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status