Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

maki Intan. "Cangkemu kui lho dijogo!" omel Irma ke Intan. (Mulutmu itu lho dijaga!) Sayup-sayup suara gamelan jawa terdengar terbawa angin. Senandung seseorang menyayikan lagu jawa tentang kematian, dan semerbak wangi kembang melati. "Apa lagi ini?" gumamku. "Tolong ... tolong ... tolong ...," teriak makhluk tanpa wujud.
1065.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang makam raden kian santang
Read
+Library
Teman Seranjang

Teman Seranjang

tanya Alice membelalak. "Serius. Pak Radith itu kalau lagi rapat dan agak takut, biasanya dia bisa kentut. Dan ... parahnya lagi, kami semua harus keluar ruangan karena terlalu bau." "Gila bener." Alice tertawa terpingkal-pingkal hingga sakit perut. Rasanya ia tidak bisa jaim alias jaga image di hadapan sang bos yang sangat lucu itu. Citra bos yang dingin yang diberitahukan karyawan lain itu sangat tidak terasa oleh Alice. Malah ia merasa Nathan adalah orang yang paling hangat dan lucu yang pernah Alice temui di kantor. Semua orang serius kecuali Nathan.
107.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 298 Beses bilang makam raden kian santang
Read
+Library
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Ia hanya berharap hujan tidak turun sebelum sampai di rumah. Di tengah perjalanan, sebuah Avanza berhenti di dekatnya. Lalu, si pengemudi pun membunyikan klakson diikuti membuka kaca. Mau tak mau santi menghentikan laju kaki sejenak. “Neng Santi dari mana?” tanya seorang pria dengan tatapan genit. “Dari kota kecamatan, Kang,” jawab santai datar. “Ini mau pulang ya?”
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 79 Beses bilang makam raden kian santang
Read
+Library
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

Aromanya menggugah selera. “A ... apa ini?” gesit tangan Tiara merenggut rantang dari tangan Bima. Gengsi, tetapi penasaran. “Kalio jengkol khas Sumatera Barat. Namanya Kalio Jariang. Dulu pernah dibuatkan pelanggan jengkolku, tetapi resepnya aku modifikasi lagi. Cobalah, pasti kamu suka. Bahannya dari racikan kaya bumbu. Aku padukan dengan santan yang gurih. Jengkolnya kualitas bagus, sudah direndam dulu dalam air rebusan kopi. Jadi enggak usah khawatir dengan bau mulut dan asam lambung. Aman. Dimakan dengan nasi hangat pasti terasa nikmat. Seperti nikmatnya aku bersanding dengan kamu.”
1011.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 241 Beses bilang makam raden kian santang
Read
+Library
Kelana

Kelana

Namun ia bingung menentukan pilihan warna yang pas untuk kulitnya yang tergolong fair-skin. Bianca adalah perempuan berdarah indo Belanda - Cina - Jawa dengan mata cokelat yang sangat indah, pipi kemerahan dan kulit yang sangat terang. Tubuhnya yang tinggi semampai itu tentu akan sangat cantik berbalut kebaya modern di hari pernikahannya nanti. Sekadar membayangkan hal itu, Lana yang telah memiliki intuisi akan bersahabat dengan Bianca sejak hari pertama mereka saling mengenal di masa ospek itu pun sudah sangat bahagia. Bahkan, hari saat Bianca dilamar oleh Mas Pras, lelaki asli Jawa Tengah yang berprofesi sebagai arsitek itu, Lana lah yang justru merasa sangat gugup dan menangis haru ketika
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 47 Beses bilang makam raden kian santang
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

“Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu.. Bila kau tak di sampingku Bila kau tak di sampingku..” Ridwan, Lili, Riris dan Rianti bernyanyi bersama-sama. “Hup! Semua! Tangannya ke atas! Tere rere rereng tererereng..” ucap Ridwan bersemangat. “Takkan kubiarkan kau menangis Takkan kubiarkan kau terkikis Terluka perasaan oleh semua ucapanku..”
108.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 308 Beses bilang makam raden kian santang
Read
+Library
Legenda Bunga Wijaya Kusuma

Legenda Bunga Wijaya Kusuma

Sekarjati menganggukkan kepalanya dan mereka kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai di sebuah gerbang batu bata merah bertuliskan aksara jawa dan sebuah makam mencolok berada di tengah-tengah makam lainnya dengan kain putih menutupi batu nisannya. Sekarjati masuk ke dalam pekarangan makam tersebut bersama dengan Sastra. Angin sepoi-sepoi terasa dingin dan aneh. "Raden Mas Langkasuma," ucap Sekarjati tanpa sadar mengelus-elus batu makam tersebut dengan lembut. "Bagiamana Anda tahu?" ucap Pak Yanto terkejut. "Buah kebaikan dari beliau prasasti kuno kembali muncul ke permukaan," balas Sekarjati membuat Pak Yanto bingung.
766 viewsOngoingIdinagdag sa Library 18 Beses bilang makam raden kian santang
Read
+Library
Batu Akar Raja

Batu Akar Raja

Raden merasakan denyut nadi di dahinya berdetak kencang, sementara kekuatan hangat yang pernah muncul di dadanya saat di Desa Tengger kini mulai menyebar ke seluruh tubuhnya, seperti aliran air hangat yang menghangatkan setiap urat dan tulangnya. “Yang Mulia harus pergi ke tempat yang aman!” teriak Raden sambil menjaga pandangan pada makhluk-makhluk yang kini sudah mencapai gerbang utama istana. Gerbang kayu besar yang berdiri kokoh selama berabad-abad mulai bergetar ketika salah satu makhluk dengan tinggi hampir tiga meter menendangnya dengan kaki yang kasar seperti batang pohon.
10487 viewsOngoingIdinagdag sa Library 18 Beses bilang makam raden kian santang
Read
+Library
Cinta Terpendam Sang CEO

Cinta Terpendam Sang CEO

Raden Menyapanya dengan keramahan yang dibuat-buat. "Ahh, Anda datang juga." Aldebaran menyalami Raden Mangkubumi sebagai bentuk sopan santun karena saat ini mereka sedang berada di hadapan banyaknya pasang mata. "Tentu saja aku harus datang untuk memberikan hadiahku secara langsung." Raden menjawab sambil melirik Kania dengan sorot lapar. Dalam hatinya setengah menyesal telah kehilangan permata yang begitu berharga. Kania cukup cantik dengan warna kulit pucat yang pastinya memberinya semangat lebih untuk memberi warna di kulit itu. Ohh, dirinya punya banyak cara untuk melakukan itu.
109.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 193 Beses bilang makam raden kian santang
Read
+Library
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

"Kau sudah tahu rupanya!" "Iya, Kek. Tadi di perjalanan aku melihatnya. Orang-orang menyebutnya Raden Marugul," "Aku berdiri di sini bermaksud ingin menguji calon adik iparku!" teriak Raden Marugul lantang. Suaranya menggema hingga ke setiap sudut perguruan. "Sifat arogannya tidak juga hilang!" ujar Ranu Baya pelan tapi masih terdengar di telinga Kameswara.
1017.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 586 Beses bilang makam raden kian santang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status