Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengandung Bayi Bos

Mengandung Bayi Bos

Aku mencoba meregangkan otot-otot karena semalaman tidur sambil duduk, dari leher sampai ujung kaki semuanya terasa pegal-pegal. Aku butuh Mak Sika saat ini. Dia adalah seorang tukang urut andalan di kampungku. Siapa pun yang diurut dengan tangan ajaibnya in syaa' Allah kembali sehat. Mak Sika kepanjangan dari nama Jesika cukup dikenal di sana, banyak orang datang mencarinya untuk di urut. Karena, sembari diurut dia juga selalu mendoakan orang yang diurutnya dan tanpa memasang tarif untuk jasanya.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 959 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Pesona Gadis Penggoda

Pesona Gadis Penggoda

tanya bik Lastri muncul dari belakang Gadisa. Gadisa menoleh. “Iya. Kata Kai, mau warna cokelat juga, tapi nanti mbak Miskha ngiranya tanah lumpur, soalnya mbak Miskha nggak suka becek. Jadi pakai kertas warna hijau aja, biar berasa di tanah berumput, Bik,” terang Gadisa menjelaskan pemikiran jenius Mikairo dalam pembuatan kerajinan tangan untuk dihadiahkan pada Miskha.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Ia menyisip dari gelas kertasnya. “Apa itu?” tanya Arkana, sekilas aroma krim dari minumannya lewat di depan hidungnya. “Matcha. Aku suka matcha,” kenang Cantra yang entah pada apa. “Boleh kucoba?” “Ini sangat manis, nanti kamu akan merasa mual.” Tapi, Cantra tetap mengulurkan gelas kertas miliknya. Arkana mencicipi minuman itu sedikit, lalu mengakui, “Kamu perempuan yang sulit ditebak.”
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Mari Selingkuh

Mari Selingkuh

Gadis itu cukup yakin orang-orang di meja makan ini sepertinya tidak ada satu pun yang tahu makna dari ucapannya barusan. Mereka pasti menganggap Ranesha menggunakan bahasa asing yang kurang mereka ketahui, padahal tadi Ranesha mengatai mereka dengan sebutan monyet. Iya, bahasa ilmiah monyet adalah Macaca Fascicularis. “Kemampuan bahasamu sudah semakin meningkat, ya?” beo Caspian tiba-tiba.
9.925.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 577 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Dinikahi Calon Adik Ipar

Dinikahi Calon Adik Ipar

Soal mengumpati orang, Mika memang jauh lebih jago ketimbang Kanya. Bukan hanya mengabsen berbagai nama penghuni kebun binatang, pengetahuan Mika tentang variasi kata makian juga terbilang jempolan. Di antara begitu banyak kata kasar yang Mika tahu, sebagian besar sudah dia gunakan untuk memaki Sena. Sebenarnya tidak enak didengar, tetapi anehnya Kanya jadi merasa lebih baik karenanya.
1033.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Maduku Sahabatku

Maduku Sahabatku

Lanjutku. "Demi Tuhan kali ini hanya air teh biasa yang mbok hidangkan,Bu" "Sekali kepercayaan itu di rusak tetap akan rusak tidak akan kembali seperti semula." Mbok Yenni hanya menundukkan wajahnya, ku lihat dirinya memang sangat menyesali perbuatannya. Tapi karna perbuatannya juga yang menbuatku harus rela di madu. Sungguh kesalahan yang tidak bisa dimaafkan begitu saja.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 578 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
MATE

MATE

Apalagi Lucy langsung berteriak bahwa pemilik aroma ini adalah mateku, orang yang ditakdirkan oleh Moon goddes untuk menjadi pasangan abadiku. Keheningan menyemuti ruangan ini untuk sesaat, sebelum akhirnya laki-laki yang bisa kusebut sebagai mateku itu kembali bersuara. “Kau lapar?” tanyanya membuatku mengingat bagimana kondisi perutku. Mengangguk pelan, aku sedikit menunduk merasakan rasa hangat yang menjalar di wajahku.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

katanya dengan tampang polos bin bloon. “Wuahahahwuahaha kamu ajak dia nikah? Hahahah 1+1 aja kamu masih belum bisa, tulisan ayam saja kamu baca pitik (pitik adalah bahasa jawa dari ayam), hancurlah kalau kamu nikah, Dikaaa Dika, sadar kamu! Masih ingusan juga,” aku tidak bisa menahan tawa, hingga air mataku berjatuhan dan perutku kram, aku masih tertawa.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status