Jimat Tali Mayat
Kemudian memutuskan untuk mengambil sebatang lilin di dapur, menyalakannya, dan membawa segera untuk menerangi ruangan kecil gelap tadi.
“Allahumma inni a’uudzubika minal hubusi walhabais,” ucap Lastri melafalkan doa khusus memasuki kamar kecil. ‘Eh, tapi moga-moga saja suara tadi itu beneran suara cicak. Duh, kok ... jadi merinding begini, sih! Astaghfirullah.’ Dia mengusap tengkuknya begitu mulai masuk. Sebentar melongok terlebih dahulu ke dalam dengan bantuan nyala lilin di tangan. Melihat-lihat ke atas langit-langit dan dinding ruangan. Bersih. Tidak ada seekor cicak pun di sana. Terkecuali warna hitam di luar melalui kaca jendela kecil kamar mandi tersebut.
Hot Chapters