Kenikmatan Satu Malam
Rintih Saena seraya meremas kedua pahanya yang kini dalam tahanan kedua lengannya, Saena mengangkat pinggulnya untuk menikmati desakan Yu Silan, lantaran sudah hampir tiba pada puncak klimaksnya.
“Ouuuh Saena, ouuh, denyutan dinding basahmu sangat nikmat sekali!” Racau Yu Silan seraya menghentakkan pinggangnya semakin liar dan tidak beraturan.
Saena tersengal-sengal, pekikan dan jeritan dari bibir Saena semakin sering terdengar, Yu Silan menggila! Pacuan pria itu di atas tubuh Saena sangat cepat sekali, Saena sampai membuka bibirnya lebar-lebar karena ingin menjerit. Saena tiba pada klimaksnya sampai dua kali berturut-turut akibat pacuan super cepat dan dorongan kasar yang dilakukan Yu Silan
Bab Populer