Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak Obsesi Cinta Mafia Kejam

Terjebak Obsesi Cinta Mafia Kejam

Ia sadar jika Alesha pasti merindukan suasana kampung halamanya. Alesha mengangguk semangat. “Sangat suka. Martabak adalah makanan kesukaan Alesha. Kakek harus mencobanya.” “Mencoba apa? Aku juga ingin,” sahut seseorang. Garvin akhirnya muncul di waktu yang sudah tepat. “Cobalah.” Alesha menyuapkan sepotong Martabak ke mulutnya. Abraham juga melakukan hal yang sama. Alesha dan Abraham saling berpandang. Mereka kompak mengangguk, setuju jika rasa kue yang bernama Martabak itu memang enak.
1060.6K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as martabak asan
Read
+Library
Akad Dadakan: Suami Penggantiku Ternyata Sultan

Akad Dadakan: Suami Penggantiku Ternyata Sultan

Salah satunya menjual martabak manis dan telur. Entah kenapa, kakinya melangkah ke sana. Impulsif. Sama seperti ketika dia mengajak Alvano menikah. “Martabak telur satu, ya, Bang,” kata Isvara sambil merogoh dompet. Sembari menunggu, pikirannya terarah pada Alvano lagi. Isvara bahkan tidak tahu apakah pria itu suka martabak atau tidak. Namun ... setidaknya ada usaha, ‘kan?
10165.8K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as martabak asan
Read
+Library
Merajut Kasih Yang Hampir Sirna

Merajut Kasih Yang Hampir Sirna

Beban yang menindih pundakku seolah sirna tatkala indara penglihatanku mendapati senyuman indah dari wajah kedua malaikat kecilku. “Ayo kita makan,” ajakku. “Mama beli martabak viral ini.” Aku mengangkat tanganku, memperlihatkan kantong kresek yang berisi martabak kesukaan kedua buah hatiku. “asik,” ucap Aris kegirangan. Usia segitu memang saat lagi bahagia bahagianya, karena tidak ada beban yang harus dipikul selain belajar.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as martabak asan
Read
+Library
Setelah Sepuluh Tahun Pernikahan

Setelah Sepuluh Tahun Pernikahan

Tampan. Dengan cekatan tangan Mas Damar membuka kantung itu dan mengeluarkan satu kardus berisi martabak manis untuk dinikmati bersama. Sebuah martabak dengan isian cokelat keju yang meleleh hingga keluar dari sela-sela tumpukan adonan martabak yang berada di atas dan bawahnya. Aroma manisnya menguar seiring dengan kemepul asap yang keluar dari martabak itu saat kardusnya dibuka. "Waah isinya meluber," pekik Kirani dengan polosnya.
1051.8K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as martabak asan
Read
+Library
Berangkat Miskin Pulang Kaya

Berangkat Miskin Pulang Kaya

Rumah sari dekat ke jalan utama, ada beberapa pedagang di sana, semacam pecel, nasi goreng dan martabak. “Mau apa, Danis? Kamu mau apa Sari?” tanyaku setelah sampai di sana. “Kata masnya mau beli martabak.” “Siapa tahu kamu mau yang lain, atau Danis mau yang lain?” “Mboten, Mas,” seru Sari. Sedangkan Danis, merengek minta jajan di warung. . Pedagang martabak lihai membuat makanan manis itu. Kami duduk di kursi panjang depan gerobaknya. Danis duduk di antara aku dan Sari. Harum martabak tercium menggiurkan.
1037.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as martabak asan
Read
+Library
Mengejar Cinta Mantan Kekasihku

Mengejar Cinta Mantan Kekasihku

“Sekarang, kamu mandi sana! kita keluar, jangan mengurung diri terus di kamar!Papi tadi beli martabak manis dan asin, kita bisa menikmatinya sambil minum teh bersama.” “Tapi aku tidak ingin martabak manis dan asin, Pi!” Embun mulai manja, seperti anak kecil yang merajuk, dia bahkan memajukan bibir. “Aku mau kebab.” Dia tertawa setelah mengucapkan kenginannya itu.
1020.1K viewsCompletedAdded to Library 802 Times as martabak asan
Read
+Library
HARMONY

HARMONY

Laura tersenyum senang lalu mengambil alih plastic itu, dan membawanya ke dalam rumah. Mereka berdua duduk di sofa, membuka martabak yang Abian beli. Martabak coklat kacang, dengan parutan keju di atasnya. Abian memakan martabak telor lebih dulu, sedangkan Laura memakan martabak manis. “Bi, kita foto dulu, biar followers gua iri sama martabak specialnya” Abian kira ingin membuat teman-temannya iri karena makan martabak berduaan dengan cowok ganteng. Menjepret gambar beberapa kali, lalu memilih satu foto yang ingin ia unggah, di media sosial pribadi miliknya. “Ini bagus, Bi?” tanya gadis itu.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as martabak asan
Read
+Library
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Aku menatap lekat ibu. "Eh, siapa bilang kami tidak perhatian sama Ibu. Jangan suka fitnah, ya, As! Ini aku bawakan martabak manis sebagai pertanda kalau kami perhatian. Iya, kan, Bu." Mbak Vita datang lagi, ia mengangsurkan makanan itu di depan ibu. Bau harum menguar dari makanan berbahan dasar tepung terigu itu membuatku menelan ludah, apalagi melihat topingnya berupa kacang yang dicincang kasar, pasti rasanya gurih dan enak.
18.9K viewsCompletedAdded to Library 641 Times as martabak asan
Read
+Library
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

ucap Mbah "Iya Mbah gak apa. Kan masih ada besok."jawabku "Ya sudah kalau begitu, nanti kamu juga yang masak untuk makan malam ya Nduk."imbuh si Mbah "Beres Mbah."jawabku sambil mengacungkan jempol "Kan ada si Mbok, Bu. Kenapa harus Tutik?"protes Bapak mertua "Kamu gak lihat Jo. Anakmu sangat lahap menyantap makanan buatan istrinya."jawab Mbah Pon sambil menunjuk kearah Mas Seno
3.3K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as martabak asan
Read
+Library
Antara Ambisi dan Cinta

Antara Ambisi dan Cinta

Dalam tiga menit, Andi membalas: “Martabak Bang Anwar buka. Katanya bisa. Dia saranin jeruk nipis dipisah, takut kuenya banjir. Alamat saya share.” Ezra parkir di depan gerobak kecil dengan plang Martabak Bang Anwar. Lampu neon putih, wajan bulat besar, botol-botol topping berjajar. Bang Anwar—berbaju kaus garis—memandang Ezra seperti pernah melihatnya di televisi, tetapi menahan komentar. “Bang, saya minta setengah matang, keju–kacang, wijen sedikit. Jeruk nipisnya … pisah. Bubuk cabai: tabur haluuuus, tipis banget.”
1012.2K viewsCompletedAdded to Library 438 Times as martabak asan
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status