Terjerat Takdir Tuan Saka
"Masak apa kamu?"
Arum menoleh sebentar, lalu kembali ke masakannya. "Bubur, tuan."
Saka mengangguk pelan, namun matanya tak lepas dari gerakan Arum. "Lagi ga enak badan?" tanyanya.
Arum menggeleng cepat. "Engga, biasa aja."
Saka diam. Namun sorot matanya berubah sedikit, ada ragu, juga ada resah. Ia menyeletuk dengan nada suara datar tapi tajam, seolah sekadar bercerita.