Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Kakiku goyah hingga aku jatuh. Mark tampak tak sabar melihat "drama" kami. Dengan nada sinis, dia berkata, "Jangan berakting di depan mataku. Menjijikkan!" Kemudian, dia berjalan melewatiku. Saat mendongak, aku melihat Mark merangkul Loreita yang menunggu di depan pintu. Mereka pergi tanpa menoleh. Aku menahan rasa mual, mengepalkan tanganku erat-erat. Tiba-tiba, cairan hangat mengalir dari hidungku.
10.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai mata berkunang
Baca
+Pustaka
Senja di Matamu

Senja di Matamu

Mata Chaz yang bulat penuh amarah, seolah ingin membakar Tania hingga menjadi abu. Dia menggertakkan gigi, mengeluarkan beberapa kata. "Aku nggak nyangka kau begitu jalang!" Tania menyeka darah dari sudut bibirnya dengan punggung tangannya, menatapnya dengan tatapan dingin. Dia menghampiri dan mengangkat tangannya untuk menampar Chaz dengan keras. Wajah Chaz meringis karena tamparan itu. Nina menjerit dan memeluk lengannya. "Chaz, kau baik-baik saja?"
23.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 880 kali sebagai mata berkunang
Baca
+Pustaka
Planet Suryakanta dan Ke-5 Kapita Almiya

Planet Suryakanta dan Ke-5 Kapita Almiya

ujar Naya celingukan melindungi kepalanya, membayangkan makhluk raksasa, mungkin seukuran Mayura atau kurang dari itu. Sunam hanya tertawa kecil. “Coba lihat ke depan, Nay.” Dari kejauhan, terdapat ladang yang ditanami dengan tanaman mirip kelapa, ukurannya tiga kali lebih besar dari kelapa yang biasa ada di bumi. Namun, tidak hanya itu. Tak jauh dari ladang tak berpagar itu, seekor Matos besar berperawakan mirip sapi melangkah pelan, mengincar salah satu dari tanaman itu. Dengan taringnya yang cukup tajam, ia berhasil menumbangkan salah satu di antaranya lalu memakan dedaunan dan buah yang ada, mengunyahnya seperti permen karet. Rahangnya pasti sangat kuat, termasuk taringnya. Melihat semua
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai mata berkunang
Baca
+Pustaka
COWOK BERMATA DINGIN

COWOK BERMATA DINGIN

Kata Acin sambil membidikkan kamera Hp ku "Menjelang matahari terbit di ufuk timur seiring gema Adzan Subuh, Kalong-kalong itu akan kembali ke tempatnya dengan suara khas (berisik) seakan membangun kan masyarakat Kota Watansoppeng untuk memulai beraktivitas."
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai mata berkunang
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

TAMAT ---------------------------------- o0o ---------------------------------- BEDA ALAM Written by David Khanz ---------- o0o ---------- Sial! Maaf, jika awal cerita ini kumulai dengan kata tersebut. Itu rutuk terhalus yang ingin diucap, usai menahannya dari beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak, di tengah perjalanan malam ini, harus terhambat dengan masalah tak diharapkan. Perkara klasik. Ban kendaraan bocor setelah menginjak kerikil tajam. Dalam kondisi melaju cepat, karena ingin segera tiba di rumah, sempat beroleng-oleng berapa saat hingga akhirnya terjerembap di pinggiran jalan.
8.512.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai mata berkunang
Baca
+Pustaka
AIR MATA PERNIKAHAN

AIR MATA PERNIKAHAN

kata mama dengan semangat. Aku kaget mendengar suara keras mama mertuaku. Aku melihat ke belakang dan tersenyu kepada mama. “Ma, bahaya ah! Jangan gitu. Pasang sabuk pengamannya, Ma,” seru Mas Bara dengan kesal kepada mama. “Iya, iya Bara bawel banget sih,” jawab mama lalu Mirna membantu mama untuk memasang sabuk pengaman. “Itu suara mama, Bu,” ucapku lalu tertawa.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai mata berkunang
Baca
+Pustaka
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Dia buru-buru menoleh, ingin melihat reaksi Sarah. Namun wanita itu hanya tersenyum samar—senyum tipis yang justru sarat dengan kepuasan. Pada akhirnya, Rangga tetap mengirimkan satu pesan singkat untuk Vanya. [Vanya, jangan buat keributan lagi. Bukalah pintu. Perias sudah datang.] Hanya satu kalimat itu saja sudah mampu meredakan rasa bersalah yang ditimbulkan oleh ucapannya barusan.
28.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 647 kali sebagai mata berkunang
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

ujar kakek tua itu. Setelah suara tertawa Mbah Parjo hilang, diganti dengan suasana hening. Mbah Parjo memulai ritual perdukunannya. Dia menyalakan menyan di hadapannya. Lalu, mengambil keris dan mengeluarkannya dari sarungnya. Sambil berucap sesuatu yang tidak begitu jelas, seperti mantra atau sejenisnya. Mbah Parjo menyembah-sembah keris tersebut. “Inilah pusakaku .... keris Ki Langgeng !!” katanya sambil mengangkat tinggi-tinggi keris itu.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai mata berkunang
Baca
+Pustaka
Pendekar Semesta Kapten Andromeda

Pendekar Semesta Kapten Andromeda

ucap Kilek setengah bercanda sembari mengangkat kedua alis pada Birkins. Dokter Birkins tersenyum masam mendengar candaan Kilek, lalu menghela napas ringan, “Setidaknya kita akan mendapat dua puluh juta Kupang untuk untuk kesepuluh makhluk ini.” Kupang adalah satu dari jenis mata uang di galaxi. Beberapa mata uang lainnya adalah Mass, Krill, Krypto dan berbagai jenis lainnya. Empat mata uang yang disebutkan adalah mata uang utama dan memiliki nilai tukar yang sama.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai mata berkunang
Baca
+Pustaka
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

“Kak, sebenarnya kondisi penyumbatan saluran ASI-mu nggak terlalu buruk. Pasti akan lancar setelah dipijat beberapa kali.” Mungkin karena suasana agak canggung, Jeff pun tidak lupa berbincang denganku sambil memijat. “Benarkah?” Mendengar suaranya yang lembut dan ramah, meski aku masih merasa sangat canggung dengan sentuhan pria asing, diriku sudah merasa jauh lebih baik. “Harus dipijat berapa lama?” “Satu rangkaian terapi, sekitar satu minggu.”
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai mata berkunang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status