Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Wira menimpali, "Aku nggak pernah menganggap diriku itu pahlawan. Paling-paling, aku hanya pintar." Wira berusaha untuk bersikap rendah hati, tetapi Taufik tidak berpikiran seperti itu. Taufik tertawa terbahak-bahak, lalu berkata, "Wira, kamu nggak menganggap dirimu pahlawan? Hehe ... aku sudah pernah mendengar tentang pencapaianmu. Kamu itu orang yang menembak mati Raja Tanuwi, 'kan?"
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227.3K kali sebagai matan sulam taufiq
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Aku Juga Keturunan Jenderal

Aku Juga Keturunan Jenderal

Alfred berkata dengan serius dan tatapan matanya penuh penyesalan, jelas benar-benar lupa siapa yang memberikan saputangan itu. Barulah Intan merasa lega. Alfred tidak ingat setelah sekian lama, pasti tidak akan ingat kembali. Dia harus latihan lagi dalam beberapa waktu ke depan, jangan sampai Alfred tahu keterampilan menyulamnya begitu buruk. "Sebelum saputangan ini, tidak ada yang pernah memberimu hasil kerajinan tangan?" tanya Intan. Intan mengambilkan lauk lagi untuk Alfred, separuh kepala ikan. "Ayo makan."
10190.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai matan sulam taufiq
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Arumi Nasha
baru mulai baca dari author ini, memang lagi nyari² novel begini. Krena saat ini lagi baca mayor jendral joka yg masih on going. sambil nungguin updatenya tiap hari, jadi kesini dulu... mantapp Thor ... ada karyawan baru kah ???
Baca Semua Ulasan
DILEMA DUA HATI

DILEMA DUA HATI

Pernikahan pertama yang gagal ia jadikan pelajaran berharga dalam hidupnya, bahwa sekufu memang dianjurkan tapi bukanlah suatu kewajiban. “Ya, semoga Allah memudahkan langkahmu. Tapi, entahlah, Paman yakin kau akan mendapatkan penolakan. Siapkan saja nyalimu.” Tuan Latief menepuk bahu keponakannya. Tentara penjaga perbatasan itu sudah memiliki seorang istri yang imut-imut seperti kelinci, dan rasanya akan membanggakan jika bisa menaklukkan singa betina seperti Maira. ***
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku

Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku

Tyas terhuyung, tangannya memegang pinggiran meja. Ia menatap layar itu dengan mata melotot. Ia tidak menyangka bahwa Samuel, putra yang ia pikir bisa ia kendalikan, telah memasang jebakan sehalus itu. “Perawat itu sudah mengaku, Ma,” tambah Samuel dengan nada tanpa emosi.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
SUAMI YANG TERGADAI DEMI RUPIAH

SUAMI YANG TERGADAI DEMI RUPIAH

Mirza memaksakan senyum pada mereka, duduk di kursi teras sambil mengikat tali sepatunya. Dari ujung kepala sampai ujung kaki, para teman Arumi menyenter penampilannya, terutama Sukma yang tak berkedip sejak tadi. Arumi bolak-balik dan selesai menghidangkan kudapannya di sisi mereka. “Suami kamu itu ganteng banget ya, Rum. Seger bener kalau liat suami begitu tiap hari.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Rahasia Malam Sultan

Rahasia Malam Sultan

Ia mengusap sudut matanya yang kering dengan selembar saputangan sutra mahal. Safiya mendongakkan wajah cantiknya, menatap Rafiq dengan sepasang mata yang sengaja dibuat berkaca-kaca. Safiya pura-pura menangis, membiarkan suara tangisan kecil yang terdengar sangat malang dan rapuh lolos dari bibir merah meronanya. "Panglima... syukurlah Anda datang tepat waktu untuk menyelamatkan kehormatan kami."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Ustaz, Ayo Bercerai Saja!

Ustaz, Ayo Bercerai Saja!

ejek Taufik sengaja. Sifa tak menghiraukan ucapan kakaknya. Ia langsung melengos begitu saja untuk segera mandi sebelum semua keluarga mencurigainya yang tidak-tidak. Taufik mengetuk pintu kamar Sifa untuk mengajak Sufian ke masjid bersama. Saat pintu dibuka menampakkan Sufian dengan rambut yang klimis, Taufik tersenyum lagi sama seperti senyum yang ia tampakkan kepada Sifa.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Dia adalah Emmy, mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan. Acara matrikulasi pun dimulai. Seorang dosen koordinator KKN lokasi Lampung itu memulai sambutannya. Dosen pria berusia paruh baya itu memulai sambutannya dengan pembawaan yang kaku dan wajah yang menyeramkan. Nada suaranya begitu datar, terdengar membosankan, dan terkesan seperti tokoh pada judul lagu musisi legend, ‘Umar Bakri’. Umar Bakri tokoh guru yang selalu mengendarai sepeda kumbang.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

“Kamu gak berhak buat ngambil Jimat Tali Mayat ini!” “Tolonglah, Kang,” pinta Sukaesih tidak mau menyerah. “Saya ingin tenang. Kembalikan tali kain kafan saya.” “Enggak!” sentak lelaki tersebut seraya bangkit dan mendekap kain hitam ditangannya. “Saya gak bakalan mungkin ngembaliin jimat ini sama kamu!” “Kang!” Kali ini suara Sukaesih berubah naik. Keras seperti membentak dan mulai marah. “Balikkin, Kang!”
8.512.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status