Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Dendam Istri TKI

Pembalasan Dendam Istri TKI

“Assalamualaikum.” “Waalaikumsalam. Eh, ada Bu Tari. Silahkan masuk Bu.” Kata Mutia pada Bu Tari yang merupakan istri Pak Ustad. Mereka berdua kini duduk di sofa ruang tamu. “Usaha kamu tambah maju ya Tia. Para tetangga juga senang karena mereka tidak perlu menjahit baju sampai ke desa sebelah lagi.” Kata Bu Tari membuka percakapan.
1030.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 709 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

fazalammar taqoo Thoohalladzii biliqoo, qod faazalammartaqoo qod faazalammartaqoo Min fadluhu, ammanaa, ammanaa, ammanaa, Min fadluhu, ammanaa, ammanaa, ammanaa Watoba wafdul hana, watoba wafdul hana Ya asyiqil Musthofaabsyir binailil muna Ya asyiqol Musthofa absyir binailil muna Qoq roqoka susshofa as-shofa, as-shofa, watoba wafdul hana Qoq roqoka susshofa, watoba wafdul hana Selesai rekaman Faaiz tersenyum puas dengan hasil rekaman yang dilakukan Ayi. "Kerja bagus, Bundanya, Nara," ucapnya tersenyum puas.
9.4121.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

tanyaku tajam. Dulu saja aku tak pernah suka padanya, apalagi setelah Bastian meninggalkanku demi dirinya. Kini, berdiri di depannya… aku bahkan tak bisa memaksakan senyum. Sarah berjalan santai mendekat. “Masukkan saja kodenya. Kode Rangga itu membosankan, selalu 0717, ulang tahunku!” Dadaku mendadak sesak. Semua kode Rangga memang 0717.
28.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 988 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Suamiku Mati Kutu

Suamiku Mati Kutu

Tap love dan komen untuk penyemangat Author Pesan Siaran 22.Revsi Bab 22 Pesan Siaran Yang Membuat Suamiku Mati Kutu Aku pejamkan mataku sesaat untuk mengatur debaran jantung yang rasanya hendak lompat. Sesaat kemudian dengan tangan bergetar aku membuka kain penutup mayat kas Rumah Sakit yang menutupi tubuh mayat.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 760 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Tuan Felix, Nona Minta Tanggung Jawabmu!

Tuan Felix, Nona Minta Tanggung Jawabmu!

Matanya bertemu dengan mata Rein. Dan saat menatap mata itu, ada hal yang membuat Rhea ingin menarik kembali pertanyaannya. “Kau tidak melakukan kesalahan apa pun,” kata Felix, suaranya pelan. “Aku hanya sedang berpikir.” “Berpikir tentang apa, Tuan?” ***
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

Matanya memerah, penuh kekecewaan. "Saya juga tidak tahu, Pak. Yang jelas, Buk Salwa menulis surat ini sebelum beliau meninggal di kecelakaan pesawat waktu itu, Pak," jawab Pak Jhon, setensng mungkin. Mas Andra tersenyum getir, membuang pandangannya ke sembarang. "Apa anda bisa menunjukkan kepada saya, bukti kalau istri saya yang membuat surat itu? Bisa saja, ini ada konspirasi besar dari orang-orang yang ingin menguasai harta istri saya."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Suami Tak Ada Akhlak

Suami Tak Ada Akhlak

"Maafin Matun yang sellau merepotkan kalian Pak, Mak. Matun mohon doanya untuk keputusan Matun kali ini." Mbah Supi dan Mbah Makijan mengangguk. Matun segera memeluk ibunya dengan tangis yang sulit diartikan. Tangis karena sakit melihat perselingkuhan sang suami, atau tangis haru karena merasa beruntung sudah dibukakan bagaimana kebusukan pria itu. "Terima kasih, Pak, Mak." ***
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Kemudian, dia seperti terpikir sesuatu dan menatapku dengan ekspresi rumit. Beberapa saat kemudian, dia menelepon sekretarisnya. Wajahnya berubah cerah. "Kamu sebaiknya lihat ini dulu." Itu adalah berita trending hari ini. Seorang pria berpakaian compang-camping berlutut di depan rumah Keluarga Jusman dengan papan bertuliskan "Karen tidak punya etika profesional, licik, dan menindas yang lemah. Tolong beri keadilan".
10.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Terperangkap Dekap Hangat CEO (Sok Dingin)

Terperangkap Dekap Hangat CEO (Sok Dingin)

tanya Satria sambil mengalihkan pandangannya pada Pak Taufik. Pak Taufik pun menangis di dalam hati karena harus mencari cara untuk menjelaskan pada Satria tentang masalah ini tanpa membuat Tuannya itu tersinggung. 'Ah, nasibku buruk sekali hari ini,' pikirnya. "Suami netizen itu adalah—"
10.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

Paling tidak, dia tak perlu melambaikan tangan atau berbasa-basi dengan Chacha. Matari masih melambaikan tangan pada Nenek hingga dia menghilang di tikungan. Pak Sur mulai menyetel lagu-lagu jadul favoritnya yang Matari tak yakin siapa namanya. Dia banyak berbicara soal kota kecil ini, tentang cuaca yang tak tentu dan soal pekerjaannya. Matari tak banyak menanggapi, meskipun sesekali dia mengangguk dan berpura-pura antusias. Saat setengah perjalanan, teleponnya berdering.
12.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 458 kali sebagai matan sulam taufiq
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status