Yang Terpilih
Kemudian dengan cekatan mulai membersihkan rak-rak yang terpajang di toko, menggantungkan beberapa Baby Walker, Stoller, dan ayunan kain di pintu besi yang berlipat.
Dan dalam beberapa menit aku sudah duduk manis di meja kerjaku, meja bagian kasir.
Dua orang karyawan lainnya datang dan langsung mengisi “pos” yang biasa mereka tempati setiap hari.
Ci Melan sudah di tempat duduknya, dengan kalkulator dan ponsel di tangan. Begitulah sepatutnya.
“Ci….”
Dia menoleh.
“Maaf, Ci … saya lancang….”