Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Ia melangkah pertama. Langkahnya sederhana, tapi kerumunan langsung berbisik keras. Satu anak tangga, lalu yang berikutnya. Risa menempel di belakangnya, tangannya sedikit gemetar. Gerry mengikuti dengan gaya sok gagah, sementara Kael menjaga barisan dari belakang. Seiring mereka naik, bisikan rakyat bercampur dengan doa, ejekan, dan harapan.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as melangkah
Read
+Library
Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

"Kakak... Kakak Xiao Fan..." ‎ ‎Xiao Ba berjalan mendekat. Setiap langkahnya lambat dan penuh perhitungan, seolah-olah ia menikmati setiap detik penderitaan yang ia sebabkan. Jejak energi merah terus tertinggal di lantai di belakangnya dan menciptakan jalan setapak dari bara yang berkelap-kelip. ‎
8.76.3K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as melangkah
Read
+Library
DANYANG

DANYANG

Seseorang kemungkinan besar sedang berjalan dengan langkah yang tenang dari kanan ke kiri, menuju ke depan kamarnya. Saat suara itu terdengar lebih jelas, mata Dayu membulat. Suara langkah kaki yang tenang itu rupanya bukan hanya sepasang, tapi berpasang-pasang. Dayu bahkan mulai mendengar suara berdencing, seperti ada seseorang yang berjalan sementara di pergelangan kakinya terpasang gelang kaki dengan lonceng kecil, seperti yang biasa dipakai oleh beberapa penari dalam tarian tertentu.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as melangkah
Read
+Library
Perjalananan Yang Penuh Cobaan

Perjalananan Yang Penuh Cobaan

Sensasi tak terkendali itu menorehkan kenangan yang sulit dilupakan dan memunculkan hasrat yang tak bisa kujelaskan. Saat itu aku belum tahu, semua ini adalah awal dari keterpurukanku. Orang yang pernah roadtrip, pasti tahu kadang bisa bertemu penjelajah lain dan yang paling sering ditemukan adalah pasangan muda. Kami juga bertemu satu pasangan muda, si pria bernama Nico dan si perempuan bernama Jane. Mereka tampak sangat serasi. Terutama Nico, selain ramah dan sopan, tubuhnya juga tinggi dan kekar.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 33 Times as melangkah
Read
+Library
Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Kemudian bergerak lagi. Matanya berbinar. "Aku mengerti..." gumamnya pelan. "Polanya berulang." Ia mulai menghitung sendiri di dalam hati. Satu. Dua. Tiga. Sekarang. Tanpa menunggu aba-aba Long Tian... Lin Meiling melangkah. Langkah pertamanya berhasil. Ia tersenyum tipis. Perhitungannya benar. Langkah kedua. Masih aman.
108.9K viewsOngoingAdded to Library 348 Times as melangkah
Read
+Library
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

Ia melangkah perlahan di depan meja Maorielle, jemarinya mengetuk pinggiran meja dengan irama yang tidak beraturan. "Secara semantik, 'ayun berayun' menggambarkan kondisi yang tidak statis, namun juga tidak berpindah tempat." Khai menatap Maorielle lurus ke dalam matanya. "Seperti seseorang yang terjebak dalam dilema. Ingin melangkah maju, tapi takut jatuh. Ingin berhenti, tapi pikiran terus membawanya kembali pada titik yang sama."
896 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as melangkah
Read
+Library
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

Tek tek Suara kentongan dibunyikan dua kali pertanda sang kiai datang dan siap memimpin shalat. Wildan segera berdiri. Dengan gontai ia melangkah mendekati tempat dimana pengeras suara berada dan melakukan iqamat. Semua jamaah bersiap merapatkan barisan. Sesekali Wildan menoleh ke pintu berharap Khalid hadir. Namun ia harus kecewa karena yang datang bukan orang yang ia harapkan.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 198 Times as melangkah
Read
+Library
MELAHIRKAN LEWAT MULUT

MELAHIRKAN LEWAT MULUT

Srraakkkkk Ssrraaakkkk Suara langkah berat mendekat, reflek Bu Mala langsung mencari tempat bersembunyi dan masuk ke antara celah antara sebuah pohon besar yang mempunyai banyak akar besar. Akar akarnya yang mencuat keluar cukup besar untuk menyembunyikan tubuhnya. "Tooolooonggggg!" suara yang mirip seperti suara Marni tadi terdengar kembali, kali ini lebih dekat dan Bu Mala yakin jika memang ada yang tengah menuju kemari.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as melangkah
Read
+Library
PERJALANAN PANJANG MERELAKANMU

PERJALANAN PANJANG MERELAKANMU

"Kita pulang aja!" Utari pun kesulitan mengatur napas, dia mengangguk mengiyakan ajakan Melisa. Keduanya berjalan kaki, jarak area pemakaman dengan rumah Utari tidaklah jauh, tidak sampai 15 menit dengan berjalan kaki. Keduanya berjalan perlahan, Melisa tampak gelisah, "Tar ... aku mau ngomong sesuatu, tapi--" "Apa? Ngomong aja!" sambar Utari menanggapi, dia menatap Melisa dengan yakin.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as melangkah
Read
+Library
Tingkat Dua

Tingkat Dua

"Sama-sama," And then, i really don't know what should i do right now Aku mengetuk-ngetukkan kaki di depan gerbang kontrakan, karena merasa bingung harus melakukan apa. Mengembalikan helmnya? Done Mengucapkan terima kasih atas kebaikannya mengantar pulang? Done Berbalik dan masuk gerbang? Harusnya aku lakukan sekarang juga Tapi kenapa rasanya begitu berat?
1.5K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as melangkah
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status