Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Melahirkan Anak Iblis

Melahirkan Anak Iblis

"Maafkanlah diriku Atas semua kesalahan yang kuperbuat Selama ini kepada dirimu Aku berjanji akan melepasmu Dengan senyuman yang akan kau ingat Dan kau kenang sampai mati Selamanya Lupakanlah semua kenangan ini Hancurkanlah semua mimpi-mimpi Jangan pernah kembali Dan takkan pernah kembali Dan janganlah kau pernah berikan aku satu harapan Dan karena ku ingin Pergi hilang dan lupakan Maafkanlah diriku
107.6K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as melupakan
Read
+Library
Penyesalan

Penyesalan

Aura membalas senyum Yogi. "Ya udah kalo gitu. Seenggaknya Lisya udah pulang. Kamu nggak usah khawatir, ya. Kakak pulang sekarang," pamit Yogi. "Makasih banyak atas segalanya, ya, Kak." "Sama-sama. Kamu cepet istirahat, ya," pesan Yogi sebelum keluar dari rumah itu. "Iya, Kak."
105.2K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as melupakan
Read
+Library
Excite 17

Excite 17

Aku tidak mau menjadi seseorang yang buruk dalam ingatanmu. Lupakan saya. Lupakan hubungan yang terjadi antara kita jika itu membebanimu. Dengan begitu, kenangan kita tidak akan terlalu mengusikmu. Mr. D Ini dari Pak Daniel. Aku tahu. Apakah tadi Ibu bertemu dengannya? Sebulir air mata tidak terasa menetes, aku cepat-cepat menghapusnya. Aku tidak akan menyesali keputusanku. Aku harus melupakannya, seperti apa katanya.
1016.3K viewsCompletedAdded to Library 472 Times as melupakan
Show Reviews (20)
Read
+Library
Rhadeena Natasha
walaupun suda baca berulang2 kali debaran jantung ku masih sama . bab sedih , bab gembira . terasa sehingga ke jantung tiap kali menghayati setiap bab . seolah2 aku yang merasai keterpaksaan watak dlm cerita ni . mmg best .
KookiePinky
Ahey, nama Pak Guru seperti nama dosenku yang cukup, ehem, meresahkan ......... first ketemu dah nyosor aja si Bapake. Btw, semangat ya thor lanjutinnya. Terus ada sedikit krisar, perihal dialog tag, bisa dicari tahu lagi karena kulihat antara dialog tag dan action itu belum bisa author bedain Semangat
Read All Reviews
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sialnyq, pikiran Ria pun membujuk untuk menanggapi itu. Maka bermunculanlah riuh gemuruh yang satu per satu mengetuk ingatannya. Sebuah percikan listrik seperti menular ke titik-titik lain, merangkai mengantarkan pada sebuah memori. Seperti ada seruan akan adanya hal yang mengganggu dan meminta diselesaikan malam itu juga. Ria mencoba memejamkan matanya, tapi usikan itu kian jelas.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as melupakan
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 8 A Oleh: Kenong Auliya Zhafira Melupakan memang hal tersulit dalam hidup. Bahkan mungkin tidak bisa dilakukan meski waktu sudah berjalan begitu lama. Karena sia-sia saja jika memaksa melupa, tetapi hati masih menyimpan perasaan, baik cinta atau pun luka. Semua itu justru kian membawa diri pada orang yang telah memilih pergi. Ibarat pepatah menelan bratawali yang sudah jelas rasanya pahit.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 219 Times as melupakan
Read
+Library
Forgotten You

Forgotten You

Geri mendengus kesal tak mau menatap Hana. “Kenapa? Padahal waktu malem lo nikmatin banget,” ucapnya yang terdengar menggoda. “Apa?” pekik Geri dengan kedua alisnya yang bertautan. “Lo lupa?” Geri sedikit tersenyum masam sembari mengusap wajahnya. Ia benar-benar tak ingat semuanya dengan jelas, begitu samar-samar dan entahlah.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as melupakan
Read
+Library
ADDIVA

ADDIVA

sahut Revan dengan penuh percaya diri. "Kalian berdua sama-sama bodoh. Anemia kekurangan darah, insomnia kesulitan tidur, kalau lupa ingatan itu namanya amnesia," jelas Daniel kesal. Padahal kedua sahabatnya sekolah di sekolah yang favorit kenapa masih tidak tahu bahasa lainnya lupa ingatan? Kalau begini ceritanya, kasihan kedua orang tua mereka yang membayar sekolah mahal-mahal.
9.813.5K viewsOngoingAdded to Library 445 Times as melupakan
Read
+Library
Reihan: Enkripsi Perasaan

Reihan: Enkripsi Perasaan

Ia menoleh lagi ke arah Ryan yang kini tengah mengetik sesuatu di ponselnya sambil duduk santai di sofa ruang tunggu pelanggan. “Ryan…” panggil Zio pelan. Pria itu mengangkat kepala tanpa terlihat terkejut. “Ya?” “Kamu bilang… aku harus mengingat. Tapi, maksudnya mengingat apa? Aku nggak pernah merasa kehilangan memori atau semacamnya.” Ryan mengangguk kecil. “Karena kamu nggak tahu apa yang dilupakan. Kadang, hal-hal yang paling penting justru terkubur paling dalam.”
776 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as melupakan
Read
+Library
PENYESALAN

PENYESALAN

Ingatlah, bahagia bukan berarti sampai harus mengambil hak milik orang lain] [Saat ini, mungkin kamu bisa bersembunyi dari kesalahanmu, tapi nggak dari penyesalanmu. Kamu bisa saja bermain dengan dramamu, tapi nggak dengan karmamu. Kalau kamu siap menyakiti seseorang, maka kamu juga harus siap untuk disakiti seseorang] Pesan itu terkirim di chat WhatsAppnya. Dua centang biru menandakan pesan itu sudah dibaca. Ia tak peduli seberapa geramnya Andin padanya. Nadia hanya ingin mempertahankan apa yang menjadi miliknya.
9.7229.4K viewsCompletedAdded to Library 6.9K Times as melupakan
Read
+Library
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Tiga hari ibu tidak memasak, hingga Fira masak sendirian kemudian tidak sengaja menumpahkan kuah panas sehingga kakinya melepuh, tiga hari ibu tidak mencuci baju, ibu tidak memberi uang saku, yang ibu lakukan tiga hari hanya menangis dan menangis, saat sadar orang yang dinanti dan dihormati juga disayangi selama ini sama sekali tidak mengerti perkataannya. Ayah lupa! Lupa yang mengerikan! Lupa yang pantas dirawat di Rumah Sakit Gila, lupa yang memilukan perasaan, lupa yang menghadirkan milyaran sakit bertubi-tubi melalui kalimat barunya. “Sebenarnya selama ini kau pergi ke mana, Mas Rudi? Kau ini tidak ingat aku dan anak-anakmu yang aku kandung?”
105.1K viewsOn holdAdded to Library 101 Times as melupakan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status