Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami 6 Bulan Untuk Ibu Presdir

Suami 6 Bulan Untuk Ibu Presdir

“Kenapa wangimu enak?” Bodoh. Sepertinya, Melody sudah benar-benar terserang virus mematikan. Otaknya seperti orang yang tidak beres saja sekarang. Melody yang tak pernah melantur pun harus mengeluarkan kata-kata picisan seperti itu. “Karena aku tadi pagi meminum parfum.” Samudra mengelap air mata Melody dengan tangannya. Posisi mereka masih sama dan keadaan itu terasa intim.
10147.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai memudar
Baca
+Pustaka
Lelaki Berengsek Yang Ternyata Ku Cinta

Lelaki Berengsek Yang Ternyata Ku Cinta

Jadilah mereka berdua duduk berhadapan seperti dalam posisi mau transfer ilmu kanuragan tenaga dalam layaknya lakon pendekar-pendekar film kolosal jaman bahula. “Elo kok nyebelin banget ya, Sil … bantuin gue dong. Gue beruntung dari sisi mana? Yang ada nasib gue ini tragis se-tragis-tragisnya,” wajah Melody Kembali memerah, terutama di bagian hidungnya, yang udah merah, kembang kempis pula. Mirip kayak hidung jambu air yang suka rontok karena orang-orang ogah ngambilin dari pohon sangking banyak buahnya. Jadinya rontok dan biasanya banyak ulat di dalam daging buah, nggak bisa di makan. Apalagi musim buah selalu bertepatan dengan musim hujan. Eh, kok jadi deskripsikan nasib jambu air, padahal
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 682 kali sebagai memudar
Baca
+Pustaka
Hadirmu Menghancurkanku

Hadirmu Menghancurkanku

"Mama masih di Australia Lia, aku bilang pulang duluan untuk melihat keadaan kamu dan berjanji akan menjemput dia setelah keadaan aman. " "Bisakah aku bicara dengannya mas?" Lia sangat berharap bisa melihat wajah mamanya dan mendengar suara yang begitu dia rindukan. "Lia....maaf keadaan mama tidak memungkinkan untuk bertelepon, tragedi itu membuat dia kehilangan penglihatannya dan maaf aku belum bisa menyembuhkannya nya" Irwan tertunduk sedih. " Maksud kamu dia buta mas?" Irwan mengangguk. Lia menangis membayangkan mamanya yang cantik telah menjadi buta.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai memudar
Baca
+Pustaka
Mandul: Cinta Yang Dikhianati

Mandul: Cinta Yang Dikhianati

Hari itu, udara di ruang tamu terasa lebih berat daripada biasanya. Hening merayap seperti asap, menyusup ke setiap celah dinding, menyesakkan dada siapa pun yang berada di dalamnya. Di atas meja, selembar kertas tergeletak dengan tenang, seakan hanya selembar dokumen biasa. Namun bagi Kinan, kertas itu bagaikan vonis kematian: hasil pemeriksaan kesuburannya. Kata-kata yang tertera di sana sederhana, tetapi maknanya menghancurkan seluruh dunia yang ia kenal. Infertil. Mandul.
883 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai memudar
Baca
+Pustaka
Dituduh Mandul

Dituduh Mandul

Para pelayat pulang satu per satu setelah pemakaman Mama Erlita selesai dilakukan. Aroma dupa dan bunga melati masih memenuhi udara rumah besar yang kini terasa dingin dan kosong. Mas Yuda duduk sendiri di ruang tamu dengan tubuh membungkuk lemah. Jas hitam yang dikenakannya masih belum dilepas. Matanya sembab karena terlalu banyak menangis, entah karena kehilangan mamanya atau karena hidupnya benar-benar hancur dalam waktu bersamaan.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai memudar
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Tetesan lendir bening itu melumasi paha bagian dalamnya secara merendahkan martabat seorang wanita penipu. Dibombardir berulang kali pada titik paling sensitif, mahasiswi penyebar hoaks itu kembali menjerit melengking memecah suara derit engsel meja. Tubuhnya bergetar dahsyat dihantam gelombang orgasme kedua yang seketika melumpuhkan seluruh sendi lutut penyangganya hingga nyaris ambruk ke lantai. -> Koreksi arsitektur: karena paragraf sebelumnya 2 kalimat, ini saya pecah jadi 3 kalimat. Dibombardir berulang kali pada titik paling sensitif, mahasiswi penyebar hoaks itu kembali menjerit melengking memecah suara derit engsel meja. Gelombang orgasme kedua langsung menghantam rahimnya tanpa bela
10.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai memudar
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Itu Melda. Pada kehidupan kali ini, Melda tampak hidup dengan baik. Senyumnya cerah dan penuh semangat. Juan hanya memandangnya diam-diam saat Melda berbincang dan tertawa bersama teman-temannya, lalu menghilang di sudut jalan menuju arah lain. Di dalam hatinya, bahkan tidak muncul riak perasaan sedikit pun. Lampu merah berubah menjadi hijau.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai memudar
Baca
+Pustaka
(Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa

(Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa

Waktu terasa melambat, seolah setiap detiknya ditarik oleh benang keputusasaan yang tak kasatmata. Di balik pintu obsidian hitam pekat itu, kelopak Bunga Mawar Berapi yang semula menyala merah seterang lava pijar. Kini, memudar dengan sangat cepat. Warna keabuan yang melambangkan kematian perlahan merayap dari pangkal tangkai hingga ke ujung kelopaknya.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai memudar
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
putristana
cerita ini menarik, bukan tentang seberapa lucu atau seberapa kuat sistem cintanya. tapi tentang hati yang dulunya tertutup untuk satu wanita, tapi wanita itu mau berjuang dari awal.. agar hati yang dulunya tertutup bisa terbuka lagi untuknya.
Mila Mila
Ceritanya makin seru dan bikin penasaran. Konflik serta tantangan yang dihadapi tokoh-tokohnya terasa semakin berat, jadi pengin terus baca untuk tahu bagaimana Ellovist menyelesaikan semuanya. Plotnya juga bikin susah berhenti di satu bab! ...️
Baca Semua Ulasan
ISTRI MUDA

ISTRI MUDA

“Mau kamu apa sih! Lagi-lagi keluar dari perjanjian!” “Perjanjian apa?” balas Aiman ikut berbisik. “Kan aku ngasih syarat ke kamu….jangan sampai status aku terbongkar di kampus!“ “Mel,” panggil kak Rendi yang tanpa sadar sudah kubuat seperti emping kering karena kelamaan dijemur. Tanpa sadar aku sudah menatap kak Rendi dengan pandangan iba, “Kak! Ini tuh –“
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai memudar
Baca
+Pustaka
Ketika Kami Mudik

Ketika Kami Mudik

seru Midah kala melihat jam dinding. "Sekali lagi maaf, W*," kata Gina pura-pura menyesal, Midah hanya membalas dengan anggukan. "Ada apa, Bu?" tanya Hana kala melihat sang mertua dan ia langsung mendekat. "Gak papa, Nak. Cuma ini ...," ucap Midah ragu lalu memperlihatkan noda di gamisnya. "Kenapa bisa begini, Bu?" tanya Hana terkejut ia melihat gamis yang dibelikannya kotor.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai memudar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status