Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

Semua orang mengangguk-angguk, mereka mengangkat minuman di tangan masing-masing sementara Munar menyerahkan satu tabung bambu kepada Mak Utiah, dan satu tabung bambu kepada Mantiko Sati. “Mari!” ucap Mak Utiah dengan mengangkat air minum di tangannya tinggi-tinggi. “Terberkahilah nagari ini!” Apa yang dilakukan pria itu ditiru pula oleh semua orang. “Terberkahilah nagari ini!”
9.8105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai mengutarakan
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Srigede Hanif
saya lihat banyak novel baru yang rilis, tapi ko yg Sibunian Tongga terkesan tidak dlirik sama pihak GN,, apakah sesulit itu untuk mnerbitkan novel baru dsini?, babang Tothor ayo dong lebih smangat lagi ngajuinnya biar novel Sibunian Tongga sgera rilis, sdikit kurang sabar nih nunggunya, T.T
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Baca Semua Ulasan
Rebutan Rumah Mertua

Rebutan Rumah Mertua

kata Risma lalu mengucapkan salam. Raka membalas dengan kaku. Ia menunggu hingga Risma dan Ratu benar-benar keluar, lalu menutup pintu warung dari dalam. Ratu yang sejak tadi menyadari keanehan Raka, bertanya pada ibunya, "Bunda, Om Raka marah, ya?" "Bukan marah, Nak. Mungkin kecewa. Marah dan kecewa 'kan berbeda."
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
Mertuaku Adalah Maut

Mertuaku Adalah Maut

Hesti malah tertawa terbahak-bahak. "Kenapa kamu ketawa? Aku sangat serius!" bentak Erika yang tak terima dengan balasan Hesti yang malah menertawakan dirinya. "Kamu ini seperti calon ibu mertua di dalam sinetron ya. Memberikan uang agar seorang wanita meninggalkan anaknya." ejek Hesti. "Kamu cocok banget loh main sinetron jadi ibu mertua yang jahat."
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
PAMANKU SUAMIKU

PAMANKU SUAMIKU

Ijab tertunda Seperti yang di sarankan Pak Ustad. Aruna pergi ke Musala Rumah sakit untuk menunaikan sembahyang sunah istikharah. Aruna ingin mendapatkan jawaban pasti atas keragu-raguannya. ''Kenapa Mang Tatang bukan nolak malah ngedukung pernikahan kacau kek gini?'' ''Apa sebegitu susahnya ya cuma buat kasih makan gue?!''
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
Sang Penentang Aturan

Sang Penentang Aturan

tanyanya pelan. tetua Yu Meng menghela nafa panjang "insting yang dimiliki para pemburu utusan itu sangat kuat, apalagi dengan bangkitnya utusan paling kuat, jadi mereka bisa langsung merasakan dan menyadari keberadaanya. karena mana mungkin aku mengingkari ucapanku sendiri"
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
Holiday to Wedding Day

Holiday to Wedding Day

Ya Tuhan! Ternyata benar, Batik sudah meninggal dunia? Jadi, ini bukan setangkai bunga tidur? *** "Hill," Uta menyapa lebih dulu saat aku meneleponnya. "Jadi kan, kamu masukin lamaran kerja ke MALINDO BERKAH ABADI?" lanjut Uta dengan pertanyaan yang to the point, gaya khas dirinya.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
SENTUHAN YANG SALAH

SENTUHAN YANG SALAH

Tatapan mata pria itu tidak lagi sekadar dingin ada kilat gairah dan kepuasan yang pekat terpancar dari manik matanya melihat sekretarisnya tak berdaya. "Kamu gagal dalam ujian pertamamu, Anya," bisik Tama dengan nada rendah yang berbahaya. "Dan kegagalan di hadapanku selalu membutuhkan konsekuensi yang lebih dalam. Sekarang, tanggalkan seluruh pakaianmu. Jangan sisakan selembar benang pun di tubuhmu."
10253 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
MENAWAR TAKDIR

MENAWAR TAKDIR

Perjalanan yang Tak Terduga Kereta kuda melaju cepat, menembus kabut pagi yang belum sepenuhnya menghilang. Angin yang menyapu wajah Mey Yan terasa dingin, seolah membawa pesan-pesan tak terucap. Dalam perjalanan menuju Istana, pikiran Mey Yan melayang, memikirkan kembali obrolan singkatnya dengan Zhao sebelumnya. Ada sesuatu yang belum ia pahami sepenuhnya—sesuatu yang tersembunyi dalam tatapan dan kata-kata suaminya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!

MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!

'Jangan ucapkan terima kasih, tapi tolonglah tiga orang lain, dan sampaikan seperti ini. Itu seperti rantai kebaikan yang tak boleh putus. Kami terapkan dalam kehidupan entah di sekolah atau di mana saja. Kadang, bahkan membuat kami tertawa saat memakai kalimat itu dalam ujian. Kami nyontek. 'Jangan makasih, tapi kau kasih ke tiga orang lain.' Lah, jadinya nyontek jamaah. Jangan ditiru plis. Gak gitu konsepnya.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status