Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sistem Billionaire: Aku akan Menguasai Dunia Dengan Kekayaan

Sistem Billionaire: Aku akan Menguasai Dunia Dengan Kekayaan

Tanpa kata-kata, mereka semua berjalan mendekat, lalu membungkuk sangat dalam hingga badan mereka membentuk sudut 90 derajat! Tuan Henderson, sang Duta Besar yang tadi dibanggakan keluarga Zhao, berjalan paling depan dengan tangan gemetar, keringat dingin membasahi wajahnya. Dia membungkuk berkali-kali dengan penuh hormat. "Maafkan kami Yang Mulia! Kami tidak tahu Yang Mulia ada di sini! Mohon maaf atas ketidaksopanan kami!" seru Tuan Henderson dengan suara bergetar.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as menundukkan
Read
+Library
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Ajak nya penuh semangat, seperti paham betul batin-batin anak awam seperti Dini. Hari ini, nama ice breaking nya semut dan gajah. Aturan mainnya sederhana. Jika ibu musrifah mengatakan "gajah itu..." maka mahasantri wajib menjawab "besar" tapi membentuk lingkaran kecil dengan tangan di depan dada. Dan sebaliknya, jika ibu musrifah mengatakan "semut itu?" maka mahasantri wajib menjawab "kecil" dengan membentuk lingkaran besar menggunakan tangan. Tujuan ice breaking ini yaitu untuk melatih konsentrasi mahasantri dalam menangkap instruksi. Karena terkadang koordinasi antara pikiran dan gerakan yang muncul terkadang tidak sama karena konsentrasi kita kurang. Permainan pun di mulai.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as menundukkan
Read
+Library
Mendadak Jadi Istri Artis

Mendadak Jadi Istri Artis

Sambung Andra sembari menatap tajam. "Baiklah." Andini lalu tertunduk setelah mendapakan penolakan.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as menundukkan
Read
+Library
Undangan

Undangan

, pinta Rayhan mendesak. Sya menuruti perintah Rayhan untuk duduk di pangkuannya, tentu dengan maksud menurunkan pinggulnya agar kejantanan Rayhan masuk ke dalam kewanitaannya. Tanpa ragu sedikitpun Rayhan juga menanggalkan jubah mandi Sya, sehingga tubuh Sya kini polos saja bergoyang di atas pangkuan Rayhan.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as menundukkan
Read
+Library
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

Tanpa basa-basi ibu meminta untuk ikut masuk ke dalam rumah Bang Ilham, ia juga masih tetap cerewetnya minta makan makanan yang enak saja. Justru ingi sekali menertawakan kelakuan ajaib mereka, wong yang mereka pinjamkan itu uangku sendiri, itupun sudah di kembalikan oleh Bang Ilham sebelum jatuh tempoh dari waktu yang di berikan oleh ibu mertua, yaitu tidak lebih dari satu Minggu. Harusnya mereka itu pandai-pandai bersyukur jadi orang. Dan sesekali melihat ke bawah, jangan hanya terus menatap ke atas saja. Kalau sudah jatuh tersungkur barulah mereka rasa.
9.4124.3K viewsCompletedAdded to Library 4.6K Times as menundukkan
Read
+Library
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

Apa dia sakit? "Maaf Mas, masuk ke kamar kamu tanpa izin." "Hem..." ucapnya tanpa menoleh. Berjalan sedikit sempoyongan. Dan... BRUUGG... Mas Adam jatuh tepat di atasku, niat hati ingin menahan agar Mas Adam tak terjatuh. Tapi badan Mas Adam terlalu berat, hingga akhirnya kami berdua jatuh di lantai.
10130.3K viewsCompletedAdded to Library 3.5K Times as menundukkan
Read
+Library
Dimanja Sang Penguasa

Dimanja Sang Penguasa

Yosua pun akhirnya diam dan menundukkan kepalanya. "Aksa, kau kenapa?" tanya Agni yang menangkap ada yang janggal. "Tidak ada——hanya saja ...." Yosua menggantungkan kalimatnya. "Hanya saja apa?" lanjut Agni terlihat penasaran. "Agni, aku minta maaf. Aku benar-benar seperti pecundang!" "Maaf? Pecundang apa maksudmu?" tanya Agni yang tidak paham.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as menundukkan
Read
+Library
Maaf, Aku Memilih Mundur

Maaf, Aku Memilih Mundur

“Sekarang, kau lihat dirimu saat ini!” Yogi menurut, kepalanya tertunduk, mencoba memindai setiap sisi tubuhnya yang bisa dijangkau dengan netranya. Bahkan tangannya spontan ikut terangkat satu persatu. Lalu kembali turun ke tempat asalnya.
1028.4K viewsCompletedAdded to Library 850 Times as menundukkan
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Bagas refleks mundur selangkah. Embun berlutut, menunduk dalam-dalam. “Saya minta maaf,” ucapnya dengan suara pecah. “Saya tidak tahu. Saya sombong. Saya mengembalikannya.” Saat tusuk sinden itu diletakkan kembali ke tempatnya, tanah di sekitarnya bergetar halus. Tidak kuat, tapi cukup terasa. Suara itu muncul lagi. Bukan teriakan. Bukan bisikan. Lebih seperti napas panjang.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as menundukkan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status