Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
Beberapa saat kemudian, mobil berhenti di depan rumah yang kini terasa asing bagiku—rumah pernikahan baru Ibu.
“Sudah sampai,” gumam Kaiser pelan.
Ibu membuka mata, menatap bangunan itu lama sekali. “Rumah baru,” katanya.
"Rumah dan keluarga yang aku impikan," ucapnya sambil memejamkan mata seakan-akan tengah bernostalgia.
Aku turun lebih dulu, membuka pintu, sedangkan Kaiser cepat membantu Ibu turun.
“Pelan-pelam, Tante.”